Sabtu, Mei 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

redaksi
18 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

Spons kaca Monorhaphis chuni di lereng bathyal New Caledonia (Kaledonia Baru). FOTO: MICHEL ROUX/ Müller (2007) – Jurnal Cell and Tissue Research

Darilaut – Hewan yang hidup di air memiliki masa hidup yang panjang di Bumi. Salah satunya, spons kaca spesies Monorhaphis chuni.

Spons atau bunga karang ini, menurut ilmuwan kelautan, hidupnya mencapai 11 ribu tahun. Spons yang ada di laut dalam ini mengandung struktur silika biogenik terbesar yang terbentuk dari individu metazoan.

Dalam Jurnal Chemical Geology yang terbit 18 Maret 2012, spons laut dalam Monorhaphis chuni membentuk basal spikula raksasa, yang dapat mencapai panjang 3 m.

Dengan kondisi hidup yang cukup panjang, ilmuwan memanfaatkan jaringan tubuh hewan ini untuk mengetahui masa lalu.

Hal ini karena spikula –yang berbentuk seperti jarum atau duri dan mengandung kalsium atau silikon — merekam iklim di masa lalu dan perubahan lingkungan dari kondisi laut.

Seperti penelitian yang sudah dilakukan di Laut China Timur. Spikula raksasa dikumpulkan di kedalaman 1110 m.

Sebagai salah satu hewan tertua di bumi, spesimen Monorhaphis merekam bertambahnya suhu.

Mengutip Deepseanews.com, spons Monorhaphididae pertama kali diidentifikasi pada 1904. Spesies Monorhaphis chuni ini pertama kali dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze.

Spesimen diidentifikasi berdasarkan hasil Ekspedisi Laut Dalam Jerman pada tahun 1898-1899.

Mengutip dari Livescience.com, spons terdiri dari koloni hewan, mirip dengan karang, dan dapat hidup selama ribuan tahun. Spons kaca adalah salah satu spons hidup terpanjang di Bumi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiSpons KacaSpons Laut
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Tangkapan Ikan Tuna di Teluk Tomini Menurun

Next Post

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Postingan Terkait

Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

15 Mei 2026
Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

15 Mei 2026

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Next Post
Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Komentar tentang post

TERBARU

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa M 6,8 Dirasakan IV MMI di Enggano dan Muko-muko

Laju Kadar CO2 di Atmosfer Meningkat

Pemanasan Laut Mengubah Daerah Penangkapan Ikan

Nelayan Hilang di Pantai Ketapang Condong Ditemukan Meninggal Dunia

Menyoroti Urgensi Tindakan Terhadap Panas Ekstrem

Gempa Laut Maluku M7,6 Dirasakan V-VI di Ternate, Terdeteksi Tsunami di Sidangoli

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.