Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

redaksi
18 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Monorhaphis chuni, Hewan Purba yang Hidup 11 Ribu Tahun

Spons kaca Monorhaphis chuni di lereng bathyal New Caledonia (Kaledonia Baru). FOTO: MICHEL ROUX/ Müller (2007) – Jurnal Cell and Tissue Research

Darilaut – Hewan yang hidup di air memiliki masa hidup yang panjang di Bumi. Salah satunya, spons kaca spesies Monorhaphis chuni.

Spons atau bunga karang ini, menurut ilmuwan kelautan, hidupnya mencapai 11 ribu tahun. Spons yang ada di laut dalam ini mengandung struktur silika biogenik terbesar yang terbentuk dari individu metazoan.

Dalam Jurnal Chemical Geology yang terbit 18 Maret 2012, spons laut dalam Monorhaphis chuni membentuk basal spikula raksasa, yang dapat mencapai panjang 3 m.

Dengan kondisi hidup yang cukup panjang, ilmuwan memanfaatkan jaringan tubuh hewan ini untuk mengetahui masa lalu.

Hal ini karena spikula –yang berbentuk seperti jarum atau duri dan mengandung kalsium atau silikon — merekam iklim di masa lalu dan perubahan lingkungan dari kondisi laut.

Seperti penelitian yang sudah dilakukan di Laut China Timur. Spikula raksasa dikumpulkan di kedalaman 1110 m.

Sebagai salah satu hewan tertua di bumi, spesimen Monorhaphis merekam bertambahnya suhu.

Mengutip Deepseanews.com, spons Monorhaphididae pertama kali diidentifikasi pada 1904. Spesies Monorhaphis chuni ini pertama kali dideskripsikan oleh Franz Eilhard Schulze.

Spesimen diidentifikasi berdasarkan hasil Ekspedisi Laut Dalam Jerman pada tahun 1898-1899.

Mengutip dari Livescience.com, spons terdiri dari koloni hewan, mirip dengan karang, dan dapat hidup selama ribuan tahun. Spons kaca adalah salah satu spons hidup terpanjang di Bumi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiSpons KacaSpons Laut
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Tangkapan Ikan Tuna di Teluk Tomini Menurun

Next Post

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Postingan Terkait

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

6 September 2026

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

Next Post
Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Komentar tentang post

TERBARU

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Bahaya Sampah Antariksa

Komunitas Internasional Bahas Perubahan Iklim, Konservasi dan Sampah Plastik

Padang Lamun yang Sehat Hanya 6,67 Persen

Perubahan Iklim Bukan Hanya Isu Lingkungan Hidup

Kematian Wartawan Demas Laira, AMSI Minta Polisi Usut Tuntas

PBB: Ekonomi Global 2026 Tetap Lesu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.