Museum Zoologicum Bogoriense Belum Mengoleksi Lebah Raksasa Wallace

Lebah terbesar di bumi Megachile pluto dan sarangnya ditemukan kembali oleh pencari getah damar bernama Antonius di Resort Tayawi, Kota Tidore Kepulauan, Senin 19 Oktober 2020. FOTO: ANTONIUS/KLHK

Darilaut – Museum Zoologicum Bogoriense belum mengoleksi lebah terbesar di bumi dengan nama ilmiah Megachile pluto yang hanya ada di 3 pulau di Maluku Utara.

Padahal, lebah raksasa Wallace ini yang ditemukan di 3 pulau utama di Maluku Utara: Bacan, Halmahera dan Tidore.

Lipi.go.id melansir, meski lebah raksasa Wallace jenis asli dan endemik Indonesia, namun koleksi ilmiah lebah raksasa Wallace belum tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai pusat depositori nasional sekaligus museum zoologi terbesar di Asia Tenggara.

Peneliti lebah Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sih Kahono mengatakan, lebah raksasa Wallace adalah salah satu dari 456 jenis lebah yang dapat ditemukan di Indonesia dan hanya ditemukan di sejumlah pulau di Maluku Utara.

Perilaku lebah Wallace sangat unik. Lebah betina menggunakan resin dari tanaman seperti Anisoptera thurifera untuk membuat sarang di dalam sarang rayap Microcerotermes amboinensis.

Keunikan asosiasi seperti ini masih belum banyak diketahui sehingga perlu penelitian lebih lanjut.
Lebah raksasa Wallace sendiri telah masuk dalam kategori rentan (vulnerable) dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Senin 19 Oktober 2020, pencari getah damar bernama Antonius menemukan Lebah raksasa Wallace dan sarangnya yang besar di kawasan Resort Tayawi, Kota Tidore Kepulauan.

Pagi itu, Anton berangkat mencari damar di hutan menyusuri perbukitan. Di tengah perjalanan, tanpa sengaja melihat seperti gundukan sarang rayap yang terletak tak jauh di atas pohon.

Anton yang asal Tobelo ini duduk diam dan memperhatikan gundukan tersebut. Tak lama kemudian, seekor lebah besar berwarna hitam keluar dari lubang.

Anton terkejut. Ofu nama lokal lebah ini mirip dengan foto yang diperlihatkan Sukardi, staf teknis di resort Tayawi.

Spesies ini adalah lebah terbesar di Bumi. Betina bisa mencapai panjang 3,8 cm, dengan lebar sayap 2,5 6,35 cm, jantan panjang 2,3 cm.

Dengan menggunakan kamera pada telepon genggam, Anton berhasil mengabadikan momen tersebut.

Exit mobile version