Rabu, Agustus 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Naskah Kuno Bagian dari Sejarah Alam Indonesia

redaksi
20 Agustus 2020
Kategori : Berita
0
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Burung maleo A. UNO/TECTONA (1949)

Darilaut – Naskah-naskah klasik Nusantara dan keanekaragaman hayati merupakan bagian penting untuk membangun ilmu pengetahuan. Namun keberadaan naskah kuno tersebut mengkhawatirkan, mengingat masih minimnya kajian juga ancaman kerusakan dan kehilangan.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Atit Kanti, LIPI melalui Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia berkepentingan untuk terus menggali khazanah kekayaan bangsa ini karena naskah-naskah kuno nusantara menjadi bagian dari sejarah alam Indonesia.

LIPI berharap muncul kesadaran dari masyarakat untuk menjaga, menggali dan mengambil pelajaran dari kekayaan tradisional bangsa untuk menumbukan watak ilmu pengetahuan.

Peneliti etnobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Mohammad Fathi Royyani, mengatajan, watak sains sejatinya sudah ada dalam diri bangsa ini. Beberapa pengetahuan tradisional dalam pengobatan yang tersimpan dalam naskah klasik sebagian masih dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan, kata Fathi, kajian-kajian etnobotani menunjukkan beberapa masyarakat tradisional masih lebih mempercayai pengobatan tradisional daripada pengobatan kimiawi.

Menurut Fathi, banyak naskah hilang atau rusak sebelum diketahui kandungan yang terdapat di dalamnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiLIPISejarah peradaban maritim
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

2 Gempa Mengguncang Bengkulu

Next Post

Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Postingan Terkait

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

26 Agustus 2026
Banjir Melanda Parigi Moutong

Banjir Melanda Parigi Moutong

26 Agustus 2026

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

Ratusan Penerbangan Terganggu Karena Topan Saudel

Typhoon Saudel Makes Landfall on Japan’s Okinoerabu Island, Heading Toward East China Sea

Topan Saudel Mendarat di Pulau Okinoerabu Jepang Menuju Laut Cina Timur

El Niño Menguat, Suhu Laut Global Capai Rekor Tertinggi

Next Post
Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Komentar tentang post

TERBARU

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

Ratusan Penerbangan Terganggu Karena Topan Saudel

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Super Bolaven Bawa Angin Sangat Dahsyat ke Pasifik Utara

Interaksi Digital Tumbuh di Masa Pandemi, Perlindungan Data Pribadi Jadi Prioritas

Bangkai Hiu Paus Terapung di Sungai Bogowonto Yogyakarta

Hari Bumi, Berinvestasilah di Ekosistem Mangrove

Ketua Dewan Pers: Saya Berharap AMSI Mendorong Media Punya Kedaulatan Digital

Siklon Tropis Mitchell Menyusur Dekat Pantai Australia Barat Sejauh 800 km

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.