Negara di Samudera Hindia Bahas Sektor Perikanan yang Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19

Sektor perikanan terpuruk di masa pandami Covid-19. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Indonesia bersama negara-nagara di kawasan Samudera Hindia membahas sektor perikanan yang merupakah salah satu penopang ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Pembahasan ini digelar dalam bentuk webinar internasional dengan tema “Advancing Sustainable Fisheries Management in Indian Ocean Rim Association (IORA)” yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri, Selasa (29/9).

Webinar dihadiri lebih dari 180 praktisi dan pakar perikanan dari berbagai negara anggota IORA, termasuk peserta dari negara mitra wicara IORA seperti Italia, Inggris, Turki, dan Korea Selatan.

Webinar membahas peningkatan kesejahteraan nelayan kecil, daya saing produk, dan pelestarian sumber daya perikanan sebagai aspek utama untuk mencapai revitalisasi sektor perikanan.

Oleh karena itu, IORA selaku forum utama di kawasan Samudera Hindia harus mampu secara kolektif mendorong kerja sama di tiga aspek tersebut.

Melalui forum IORA, Indonesia gencar melakukan berbagai prakarsa dalam mendorong diplomasi maritim dan diplomasi perikanan. Penguatan kerja sama perikanan melalui forum IORA diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Webinar ini diharapkan dapat semakin memuluskan upaya Indonesia untuk membentuk suatu Kelompok Kerja di IORA yang menjadi wadah untuk melaksanakan upaya konkret terkait isu pengelolaan perikanan, kesejahteraan nelayan, llegal, unreported and unregulated (IUU) Fishing.

Selain itu, perlindungan anak buah kapal (ABK) dan pelestarian sumber daya perikanan yang terdampak pandemi (IORA Cluster Group on Fisheries Management).

Sebagai tindak lanjut, IORA akan finalisasi pembentukan Pokja Perikanan IORA dan penyusunan Rencana Aksi sektor perikanan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020.

14 Negara Anggota IORA, 6 Negara Mitra Wicara, serta Federpesca (Asosiasi Perikanan Italia) menyatakan siap untuk dukung inisiatif Indonesia tersebut.*

Exit mobile version