Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pagi Tadi Tak Ada Dentuman Anak Krakatau, Tinggi Gunung Menyusut

redaksi
29 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Gunung Anak Krakatau

FOTO: SUSI AIR

Jakarta – Sabtu (29/12) pagi tadi, tidak ada lagi dentuman akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini berdasarkan rekaman seismik Pos Pengamat Gunungapi Pasauran.

Jumat (29/12) kemarin, pukul 14.18 WIB, dengan cuaca yang lebik baik, diketahui bahwa tinggi Gunung Anak Krakatau telah menyusut.

Sebelumnya Anak Krakatau diperkiraan dengan tinggi 338 meter di atas permukaan laut (dpl), kini hanya sekitar 110 m dpl.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Antonius Rardomopurbo (Purbo) mengatakan, sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya 14 kali per menit dentuman (saat tipe letusan strombolian) pada tanggal 24 hingga 27 Desember. “Saat ini sudah tidak ada,” kata Purbo, Sabtu (29/12).

Dengan karakteristik seperti itu, letusan yang terjadi diperkirakan akan bertipe Surtseyan. Ini didukung fakta bahwa kawah Gunung Anak Krakatau posisinya semakin dekat dengan permukaan laut, sehingga magma yang keluar bersetuhan dengan air laut dan menghasilkan asap.

“Letusan surtseyan ini posisinya di permukaan, potensinya sangat kecil memicu tsunami, kecuali ada reaktivasi struktur cesar Selat Sunda,” kata Purbo.

Dari Pos PGA Pasauran, posisi puncak Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah di banding Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya. Sebagai catatan, Pulau Sertung tingginya 182 meter sedangkan Pulau Panjang 132 meter.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Badan GeologiGunung Anak KrakatauPVMBGtsunami
Bagikan5Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa 7,1 SR Guncang Kepulauan Talaud

Next Post

Gempa Kuat Filipina, Dirasakan V MMI di Davao

Postingan Terkait

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026
Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

23 Oktober 2026

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Next Post
Gempa Kuat Filipina, Dirasakan V MMI di Davao

Gempa Kuat Filipina, Dirasakan V MMI di Davao

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

AmsiNews

REKOMENDASI

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

Tim SAR Temukan Tiga Korban KM Ihsar

World Environment Day, Pembangunan Berkelanjutan Tak Bisa Dicapai Tanpa Perlindungan Lingkungan

Topan Super Yagi Akan Mendarat Hari ini di Cina Selatan

Bumi Baru Saja Mengalami Rekor Suhu Terpanas di Bulan September

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.