Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pantai Sepi, Jutaan Telur Penyu Lekang Menetas di India

redaksi
17 Mei 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Pantai Sepi, Jutaan Telur Penyu Lekang Menetas di India

Jutaan telur penyu lekang menetas menjadi tukik, di pantai Rushikulya, negara bagian Odisha, India. Potongan video BBC News Indonesia

Darilaut – Setelah masa 45 hari di dalam pasir, jutaan telur penyu menetas menjadi tukik, di pantai Rushikulya, negara bagian Odisha, India.

Dalam video yang disiarkan BBC News Indonesia, tukik (anak penyu) ini jenis penyu lekang (Olive Ridley).

Menurut peneliti, telur penyu yang menetas tahun ini jauh lebih banyak. Hal ini terjadi karena pantai yang lebih sepi dan kurangnya polusi akibat karantina wilayah untuk membendung virus corona, Covid-19.

Penyu lekang dengan nama ilmiah Lepidochelys olivacae, memiliki corak mirip dengan penyu hijau. Bedanya, kepala penyu lekang lebih besar. Bentuk karapas bersudut dan langsing.

Warna tubuh penyu lekang hijau pudar. Terdapat 5 buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya.

Dari 7 jenis penyu yang ada, penyu lekang yang paling kecil. Penyu lekang memangsa kepiting, kerang, udang dan kerang remis.

Badan konservasi dunia IUCN (The International Union for Conservation of Nature, Uni Internasional untuk Konservasi Alam) memasukan penyu lekang dalam Red List terancam punah.

Sesuai dengan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Yang Terancam Punah), semua jenis penyu laut telah dimasukan dalam apendiks I. Artinya, perdagangan internasional untuk tujuan komersil dilarang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IndiaIUCNpenyu lekang
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Mendebarkan, Pengayuh Kayak Dikelilingi 3 Paus Pembunuh di Perairan Sakhalin

Next Post

Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Postingan Terkait

Siklon Tropis Horacio Akan Menguat di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

21 Juli 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

21 Juli 2026

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Next Post
Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Bupati Elly Lasut Berbagi Ilmu di FIS UNG

Muat 90 Ton BBM Ilegal Kapal Equator Guinea Ditangkap di Batam

Indonesia Komitmen Keselamatan Awak Kapal Perikanan

Tol Laut Layani Rute Gorontalo – Ternate

Kapal Nazila 05 Tenggelam di Laut Maluku, 27 Kru Dalam Pencarian

13 ABK MV Barokah Jaya Tidak Ditemukan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.