Paus Sperma dan Bungkuk Terdampar di Sabu Raijua dan Sampang

Bangkai paus diduga jenis bungkuk (Megaptera novaeangliae) ditemukan pada jarak sekitar 1 mil dari pantai Desa Dharma Camplong, Kabupaten Sampang akhir Maret 2022. FOTO: KKP

Darilaut – Seekor Paus Sperma (Physetermacrocephalus) ditemukan terdampar di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (8/4). Sementara paus bungkuk terdampar di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Rabu (30/3).

Paus sperma pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat lalu dilaporkan kepada Kepala Desa Wadu Maddi, Kecamatan Hawu Mehara. Informasi tersebut diteruskan ke Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua dan selanjutnya diterima oleh Tim BKKPN Kupang Wilayah Kerja Taman Nasional Perairan Laut Sawu.

Kepala BKKPN Kupang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan, Imam Fauzi mengatakan tim BKKPN meluncur ke lokasi setelah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua dan memutuskan untuk menguburkan bangkai paus.

Hasil identifikasi dan pengukuran morfometrik menunjukkan paus sperma tersebut berjenis kelamin betina. Ukuran panjang tubuh total sekitar 12,65 meter dan lingkar dada 8,30 meter. Paus tersebut ditemukan sudah dalam kondisi bangkai atau kode 3.

Pada Januari 2022, kejadian paus sperma terdampar di Kabupaten Kupang. Kemudian di bulan Maret terdampar di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sementara itu, pada 30 Maret lalu, bangkai paus diduga jenis bungkuk (Megaptera novaeangliae) berukuran panjang 15 meter terdampar di perairan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengatakan awalnya bangkai paus ditemukan pada jarak sekitar 1 mil dari pantai Desa Camplong dengan kedalaman 7 meter.

Pukul 15.00 WIB, bangkai paus ditarik dengan kapal ke tengah Selat Madura sejauh 3 mil dan ditenggelamkan dengan pemberat di kedalaman 25 meter, sehingga tidak akan terbawa arus kembali ke pantai dan diharapkan bangkai paus tidak akan mengganggu aktivitas nelayan.

Exit mobile version