Kamis, April 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemerintah Dukung Blended Finance

redaksi
11 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
Pemerintah Dukung Blended Finance

FOTO: MARITIM.GO.ID

Bali – Pemerintah mendukung blended finance (pembiayaan campuran) dengan pemberian insentif berupa regulasi. Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan saat membuka secara resmi Forum Tri Hita Karana (THK) di Bali, Rabu (10/10).

Tidak sedikit proyek-proyek yang akan ditandatangani di akhir acara dan kebanyakan berhubungan dengan Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs), seperti lingkungan hidup.

“Sampah laut, sampah plastik dan lain sebagainya,” ujar Menko Luhut.

Pemerintah akan membantu dengan memberikan insentif berupa regulasi, seperti Peraturan Presiden tentang sampah dan banyak lagi. Forum THK akan berlangsung hingga hari ini (11/10). Proyek-proyek besar akan dipresentasikan, investasi dan komitmen yang terkait dengan SDGs.

Forum ini dipersiapkan sejak 1.5 tahun lalu. Sejak itu, mulai diperkenalkan metode blended finance.

“Saat itu akhirnya kami setuju dengan metode pembiayaan ini, karena kami tidak ingin menggantungkan semua biaya pembangunan hanya kepada APBN, terutama dengan yang berhubungan dengan SDG’s,” kata Luhut.

Dukungan dari pemerintah ini juga disetujui oleh Stewart James, Global Public Affairs of HSBC salah satu partner pada forum ini. “Tantangan pembiayaannya tidak kecil, sehingga untuk memperkecil risiko, kami butuh support dari pemerintah agar metode pembiayaan ini bisa sukses,” ujar James.

Presiden Yayasan United in Diversity (UID) yang juga salah satu penyelenggara forum Mari Pangestu mengatakan, kunci dari keberhasilan blended finance adalah kerjasama.

“Membangun rasa percaya itu membutuhkan kerjasama, antara lain dari pemerintah dan sektor swasta yang menjadi rekan dalam upaya ini,” ujarnya.

Dengan adanya forum ini kita bukan hanya membicarakan bagaimana mencapai SDG’s tetapi juga bagaimana agar SDG’s ini bisa terwujud. Pembiayaan ini lebih mempertimbangkan biaya sosial ke depan, sehingga harus ramah lingkungan agar dapat menarik investor yang fokus kepada aspek lingkungan.

“Proyek-proyek pembangunan kita yang berhubungan dengan SDG’s jumlahnya tidak sedikit seperti ecotourism, lingkungan hidup, health, ekonomi perempuan dan lain-lain,” kata Mari.

Tiga tahun lalu Bappenas menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan target pembangunan infrastruktur sebesar Rp 5,519 triliun, 40 persen bersumber dari APBN. Banyak dari target-target tersebut relevan dengan pencapaian SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penyediaan infrastruktur untuk mendorong industri.

Mari mengatakan, melalui forum ini mereka akan meilihat proyek mana saja yang cocok dengan metode pembiayaan ini. Akan dilihat pertumbuhan seperti apa yang bisa berkelanjutan untuk Indonesia dan apa keinginan investor. Dari situ bisa dilihat bentuk pembiayaannya

“Jadi kita harus melakukan kerjasama antara sektor swasta, masyarakat dan para pemangku kepentinganm,” katanya.

Menurut Mari, hal ini tidak terlalu sulit karena banyak program dan proyek Indonesia yang seiring dengan mencapaian SDG’s, seperti green sukuk bond, green bond dan OJK pun telah mengeluarkan roadmap keuangan berkelanjutan dan banyak lagi.

Forum THK didukung oleh mitra termasuk World Bank Group, IMF dan lain-lain. Dalam acara ini dibahas blended finance sebagai salah satu instrumen keuangan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, menutup keterbatasan ruang fiskal, menarik sumber-sumber pendanaan internasional masuk ke Indonesia dan sekaligus berkontribusi pada kestabilan sistem keuangan negara.

Acara ini diadakan paralel dengan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang sampai hari ini telah mencatat peserta sebanyak 35.557 orang.*

 

Tags: Baliblended financingKemenko Maritim
Bagikan4Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pascagempa dan Tsunami Bangunan Citraland Palu Terlihat Kokoh

Next Post

Gempa Jatim, Ahli Kaji Sesar Aktif Baru di Dasar Laut

Postingan Terkait

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

15 April 2026
AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

15 April 2026

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Next Post
Gempa Jatim, Ahli Kaji Sesar Aktif Baru di Dasar Laut

Gempa Jatim, Ahli Kaji Sesar Aktif Baru di Dasar Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

KRI Kelabang-826 Tangkap Kapal Tugboat Tanpa SIUPAL di Selat Sunda

Bibit Siklon Tropis 93S Berada di Selatan Bali

IUU Fishing Diduga Penyebab Laporan Produksi Tuna dan Cakalang Tidak Signifikan

KPU Kota Gorontalo Melantik 45 Anggota PPK

Siklon Tropis Urmil Mendarat di Pulau Tanna di Vanuatu

Organisasi Meteorologi Memeriksa Catatan Suhu Baru Karena Gelombang Panas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.