Sejumlah bantuan diberikan untuk membantu masyarakat agar tidak terlalu terbebani dengan krisis yang ada.
“Secara sistematis kami melakukan tiga langkah penting pertama melakukan mitigasi, yaitu untuk upaya dalam rangka mengurangi resiko bencana yang terjadi akibat kekeringan,” kata Marten, Selasa (12/9).
Kedua, penanganan secara langsung baik di lapangan maupun di tempat kejadian. Ketiga, gerakan perlindungan sosial.
Perlindungan sosial ini, menurut Wali Kota, melalui gerakan pangan murah bersubsidi di pesisir pantai. Masyarakat bisa membeli maksimum 40-50% dari harga pasar.
Kemudian yang non subsidi, masyarakat bisa membeli harga agen atau distributor sehingga dengan daya beli yang menurun, kerena penghasilan menurun, mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, ujar Marten.
Pemerintah Kota Gorontalo terus berupaya agar perlindungan melalui bantuan sosial diterapkan di sembilan kecamatan.
Selain itu, Pemerintah Kota Gorontalo menyalurkan bantuan usaha bersama untuk 70 kelompok.
Masing-masing kelompok terdiri dari lima orang. Adapun bantuan per kelompok Rp 10 juta. Selanjutnya, penyaluran cadangan pangan dari APBD.
Marten berharap penanggulangan bencana kemarau panjang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan Masyarakat, terutama mereka yang paling merasakan dampak kekeringan.




