Minggu, Juli 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan AC Memicu Krisis Iklim

redaksi
3 Juli 2023
Kategori : Berita
0
Penggunaan AC Memicu Krisis Iklim

Pendingin udara (AC). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Suhu agak panas yang melanda sejumlah negara saat ini membuat banyak orang menggunakan pendingin udara (AC) agar sejuk. Saat ini, semakin banyak menggunakan pendingin, semakin panas planet ini.

Tanpa disadari, meningkatnya penggunaan AC ikut memicu krisis iklim yang antara lain membuat suhu di Bumi makin terik dan terjadi gelombang panas.

Kepala Cabang Energi dan Iklim (Chief of the Energy and Climate Branch) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Mark Radka, mengatakan pendinginan adalah kontributor besar pemanasan global (global warming).

Hal ini karena sebagian besar peralatan pendingin yang ada menggunakan refrigeran hidrofluorokarbon. Peralatan ini merupakan penyumbang gas rumah kaca yang kuat dan menguras banyak energi. Ini menjadikannya beban ganda bagi perubahan iklim.

Penggunaan AC menyumbang hampir 20 persen dari listrik di gedung-gedung. Penggunaan energi tersebut tumbuh paling cepat di gedung-gedung secara global.

Untuk dapat mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan AC berlebihan, menurut Radka, kota dapat memberikan insentif dan solusi yang diperlukan untuk mengatasi permintaan pendinginan. Tindakan ini dapat dilakukan melalui perencanaan dan penegakan aturan.

“Solusi berbasis alam membawa banyak manfaat bagi kota dan akan sangat penting bagi kota untuk beradaptasi dengan perubahan iklim,” kata Radka seperti dikutip dari Unep.org.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: ACGelombang PanasKrisis IklimSuhu PanasUNEP
Bagikan7Tweet3KirimKirim
Previous Post

Implementasi Nilai Ekonomi Karbon, KLHK Meminta Pemda Mengawal Tata Kelola Lingkungan

Next Post

Kemiskinan Nelayan Dipengaruhi Perubahan Iklim dan Rendahnya Kemampuan Adaptasi

Postingan Terkait

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

19 Juli 2026
Bencana Kekeringan Berdampak pada 7.500 Jiwa di Kabupaten Puncak, 6 Warga Tewas

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

19 Juli 2026

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Cina Pelopori Pembentukan WAICO, Organisasi AI Antarpemerintah Pertama di Dunia

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Next Post
Nelayan Kecil Wajib Dapat Jaring Pengaman Sosial

Kemiskinan Nelayan Dipengaruhi Perubahan Iklim dan Rendahnya Kemampuan Adaptasi

Komentar tentang post

TERBARU

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Musim Kemarau, BPBD Gorontalo Pantau Wilayah Berpotensi Kekeringan

20 Tahun Tsunami Pangandaran

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

AmsiNews

REKOMENDASI

Belajar Cara Menabung Lobster

Indonesia Memiliki Luas Perairan Darat 13,3 Juta Ha

KPU Gorontalo Utara Melantik Anggota PAW Panitia Pemungutan Suara

Seperti Apa Siklus Hidup Siklon Tropis?

58 Orang Tewas Karena Topan Yagi di Vietnam

Tentang Orca, Nama Kapal Pengawas KKP

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.