Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penyu Lekang Mati Terdampar di Pulau Santen, Banyuwangi

redaksi
26 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Penyu Lekang Mati Terdampar di Pulau Santen, Banyuwangi

Seekor penyu lekang ditemukan mati terdampat di Pulau Santen, Banyuwangi. FOTO: BPSPL DENPASAR/KKP

Darilaut – Seekor penyu lekang dengan nama ilmiah Lepidochelys olovacea, ditemukan mati terdampat di Pulau Santen, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/5) pekan lalu.

Tim respon cepat Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan penyu yang mati terdampar tersebut.

Tim ke lokasi berdasarkan laporan warga setempat dan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Setelah mendapatkan laporan, tim menuju lokasi untuk pengecekan sesuai dengan arahan Kepala Balai.

Tiba di lokasi tim mendapati satu ekor penyu lekang dengan panjang 66 cm lebar 64 cm dan berat 40 kilo gram. Penyu ini berjenis kelamin betina ditemukan dalam kondisi mati dan sudah membusuk. 

Diperkirakan penyu tersebut telah lama mati di tengah laut, kemudian terbawa ombak Selat Bali dan terdampar di pantai.

Penyebab kematian penyu tersebut masih belum dapat dipastikan. Proses nekropsi untuk penyu yang mati tersebut belum bisa dilakukan. Saat ini, laboratorium Universitas Airlangga masih karantina wilayah (lock down).

Tim respon cepat kemudian menguburkan penyu tersebut. Hal ini dilakukan agar penyu tidak semakin membusuk dan berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga sekitar.*

Tags: BanyuwangiBPSPL Denpasarpenyu lekangPenyu mati
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

PT Pelindo 3 Bantu Rapid Test Covid-19 di Jawa Timur

Next Post

Udara Terasa Panas, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Panik

Postingan Terkait

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026
150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

6 September 2026

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Next Post
Suhu Udara Terik, BMKG: Sinar Matahari Langsung ke Permukaan Bumi

Udara Terasa Panas, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Panik

Komentar tentang post

TERBARU

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

AmsiNews

REKOMENDASI

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Overfishing, Ini 10 Lokasi Larangan Penangkapan Ikan Sidat di Indonesia

Menteri Susi: Sampah yang Dibuang ke Laut akan Kembali ke Pantai

Bakamla dan Pemkab Nunukan Kerjasama Peningkatan Keamanan Laut

Anggota Dewan Pers Sapto Anggoro Resmikan Wombohe Jurnalis di Gorontalo

Menjaga Keberlanjutan Ekonomi Sidat Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.