Peringatan Dini Bibit Siklon Tropis 97W di Laut Cina Selatan

Ilustrasi siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit siklon tropis 97W yang berkembang dari Laut Filipina telah melewati daratan Pulau Luzon, dekat Manila, Filipina. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk sistem ini.

Layanan satelit Zoom.earth Sabtu (6/8) menginformasikan bibit 97W dengan kecepatan angin 35 km per jam, dengan tekanan permukaan laut 1004 hPa.

Sistem ini pada hari Sabtu sudah berada di Laut Cina Selatan atau berada di barat laut Manila.

Menurut Joint Typhoon Warning Center (JTWC) bibit 97W memiliki peluang medium untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Citra satelit menunjukkan sirkulasi yang luas di Laut Cina Selatan, setelah melewati Pulau Luzon.

Pass ASCAT Metop-C menunjukkan area rotasi yang memanjang dengan beberapa area putaran siklon dan vortisitas. Sirkulasi pusat tingkat rendah primer (LLCC, low level center circulation) terletak di sebelah barat Luzon, di sisi utara aktivitas konvektif dalam yang melebar.

Lintasan scatterometer menunjukkan medan angin 30-35 km per jam (15-20 knot) ke utara dan selatan, dengan gaya gesek dan interaksi darat yang menghambat sirkulasi di tepi timur.

Analisis menunjukkan sumber titik di atas 97W yang memberikan aliran keluar radial.

Model prakiraan setuju bahwa rotasi besar dan beberapa pusat vortisitas akan perlahan tapi pasti dan berkonsolidasi saat sistem melacak di jalur barat. Diikuti oleh putaran berlawanan arah jarum jam di tengah Laut Cina Selatan, sebelum akhirnya bergerak ke utara setelah tiga hari.

Pada titik ini, menurut JTWC, sistem 97W diperkirakan tidak akan mencapai kekuatan depresi tropis sampai setelah mulai bergerak ke utara.

Peringatan Dini

Deputi Bidang Meteorologi BMKG telah mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca Sabtu (6/8). Peringatan dini ini mulai Sabtu hingga Senin (8/8).

Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Bibit Siklon Tropis 97W terpantau di Laut Cina Selatan sebelah barat Filipina dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1006 mb.

Sistem ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.

Bibit Siklon tropis ini menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Laut Cina Selatan dan di Laut Natuna.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Aceh, di Kalimantan bagian utara, pesisir timur Kalimantan Timur, dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah, dari Sulawesi Selatan bagian utara hingga Sulawesi Tengah. Kemudian, di Sulawesi Tenggara, dari Sulawesi Tengah hingga Gorontalo, di Sulawesi Utara, di Maluku Utara, dari Papua Barat hingga Maluku dan di Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar bibit siklon tropis, low level jet dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Exit mobile version