Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Penyu lekang (Olive ridley) bertelur di dekat Seal Beach, Orange County, California. FOTO: Huntington Beach Fire Department / NOAA FISHERIES

Darilaut – Untuk pertama kali, penyu lekang (Lepidochelys olivacea) bertelur di California, Pantai Barat Amerika Serikat.

Akibat prakiraan gelombang tinggi yang disebabkan oleh badai tropis, telur-telur tersebut telah dipindahkan ke Aquarium of the Pacific. Telur-telur itu akan diinkubasi dengan aman sebelum nantinya dilepaskan kembali di pantai tempat sarang aslinya berada.

Melansir NOAA Fisheries seekor penyu lekang (olive ridley) terlihat sedang menggali sarang dan bertelur di pantai dekat Seal Beach, Orange County, California, pada tanggal 16 September 2026.

Penyu betina yang sedang bersarang itu ditemukan sekitar pukul 15.00 waktu setempat oleh seorang pengunjung pantai yang kemudian melapor kepada petugas penjaga pantai Huntington Beach.

Tiga hari kemudian, di lokasi yang berjarak sekitar 8 mil (sekitar 13 km), seekor penyu kedua terlihat sedang bersarang di dekat Dermaga Huntington Beach sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Karena adanya prakiraan gelombang tinggi akibat badai tropis di lepas pantai Meksiko, tim ilmuwan dari badan pemerintah federal dan negara bagian mengambil telur-telur tersebut dan memindahkannya ke Aquarium of the Pacific di Long Beach pada tanggal 25 September.

Telur-telur itu akan dirawat oleh staf akuarium selama masa inkubasi. Jika berhasil menetas, tukik (anak penyu) tersebut akan dilepaskan di pantai tempat telur-telur itu diletakkan, agar mereka dapat menempuh perjalanan melintasi pasir menuju lautan.

Sebuah tim besar—yang terdiri dari badan pemerintah daerah, negara bagian, dan federal, serta akuarium umum, organisasi masyarakat setempat, dan kelompok pendidikan— bekerja sama.

Kedua lokasi tersebut dipagari, diberi pembatas tali, dan dilengkapi dengan papan informasi. Pemerintah kota Huntington Beach dan Seal Beach melakukan patroli tambahan serta pengawasan di lokasi-lokasi tersebut.

Tim memantau dengan cermat prakiraan pasang surut, badai, dan gelombang laut, lalu memutuskan bahwa memindahkan 100–200 butir telur tersebut memberikan peluang kelangsungan hidup tertinggi bagi telur-telur itu.

Pemantauan kemungkinan adanya kejadian penyu bersarang lainnya dilakukan tim. Setiap penyu lekang biasanya akan bersarang 2–3 kali selama musim bertelur, dengan selang waktu sekitar 2 minggu dan di wilayah umum yang sama.

Tim juga bekerja sama dengan mitra lokal untuk mengumpulkan informasi ilmiah, membantu pemantauan lokasi, serta berbagi informasi dengan masyarakat umum.

Konservasi Penyu

Penyu dilindungi berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act), yang melarang tindakan mengganggu, mencelakai, mengejar, memburu, menembak, melukai, membunuh, menjebak, menangkap, atau mengambil spesies apa pun yang tercantum dalam undang-undang tersebut.

Di Amerika Serikat, NOAA Fisheries dan U.S. Fish and Wildlife Service (U.S. FWS) memiliki wewenang bersama untuk mendorong pemulihan dan konservasi penyu yang terancam punah maupun yang populasinya terancam.

”Kami bertanggung jawab mendorong konservasi dan pemulihan penyu di lingkungan laut, sementara U.S. FWS bertanggung jawab atas hewan-hewan ini di pantai tempat mereka bertelur,” tulis NOAA Fisheries.

Exit mobile version