Senin, Agustus 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perubahan Iklim dan Kondisi Terumbu Karang

redaksi
9 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Selama tiga tahun terakhir, terumbu karang telah mengalami peristiwa pemutihan massal. Hal ini akibat dari peningkatan suhu permukaan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca antropogenik.

Bagaimana kondisi terumbu karang saat ini? Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) sebagaimana dilansir Iucn.org, menjelaskan secara singkat permasalahan tersebut.

Emisi gas rumah kaca antropogenik telah menyebabkan peningkatan suhu permukaan global sekitar 1°C sejak zaman pra-industri.

Ini menyebabkan peristiwa pemutihan karang massal yang belum pernah terjadi sebelumnya yang – dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan lokal – telah menjadikan terumbu karang salah satu ekosistem yang paling terancam di Bumi.

Ketika terjadi perubahan suhu, karang mengeluarkan alga simbiotik yang hidup di jaringan mereka, yang bertanggung jawab atas warna.

Naiknya suhu laut 1-2°C yang berlangsung selama beberapa minggu dapat menyebabkan pemutihan, mengubah karang menjadi putih.

Jika karang memutih untuk waktu yang lama, akhirnya akan mati. Peristiwa pemutihan sering menyebabkan kematian pada karang dalam jumlah besar (coral bleaching).

Terumbu karang di banyak tempat di dunia telah mengalami peristiwa pemutihan massal selama tiga tahun berturut-turut.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: coral bleachingGreat Barrier ReefIUCNkerugian kerusakan terumbu karangTerumbu Karang
Bagikan9Tweet6KirimKirim
Previous Post

Setelah Pelayaran 6 Hari KRI Bima Suci Tiba di Kota Tual

Next Post

Pelaku Bom Ikan Ditangkap di Tojo Una-Una, Teluk Tomini

Postingan Terkait

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

10 Agustus 2026
Typhoon Dolphin Makes Landfall Near Taizhou City, Zhejiang

Typhoon Dolphin Brings Heavy Rain and Strong Winds After Making Landfall on Zhejiang Coast

10 Agustus 2026

Setelah Mendarat Topan Dolphin Bawa Hujan Lebat Memicu Evakuasi Ratusan Ribu Orang

Jurnal JALREV Fakultas Hukum UNG Terpilih Untuk Program Akselerasi Internasional 2026

Tim Mahasiswa UNG Raih Medali Emas dan Juara 3 Umum di Bangkok Thailand

Dampak Gelombang Panas dan El Niño Harga Jagung Dunia Naik 3,6 Persen

Topan Dolphin Dua Kali Mendarat di Zhejiang, 1988 Penerbangan Dibatalkan

Typhoon Dolphin Makes Landfall Near Taizhou City, Zhejiang

Next Post
Pelaku Bom Ikan Ditangkap di Tojo Una-Una, Teluk Tomini

Pelaku Bom Ikan Ditangkap di Tojo Una-Una, Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

Typhoon Dolphin Brings Heavy Rain and Strong Winds After Making Landfall on Zhejiang Coast

Setelah Mendarat Topan Dolphin Bawa Hujan Lebat Memicu Evakuasi Ratusan Ribu Orang

Jurnal JALREV Fakultas Hukum UNG Terpilih Untuk Program Akselerasi Internasional 2026

Tim Mahasiswa UNG Raih Medali Emas dan Juara 3 Umum di Bangkok Thailand

Dampak Gelombang Panas dan El Niño Harga Jagung Dunia Naik 3,6 Persen

AmsiNews

REKOMENDASI

Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

23.948 Benih Lobster Dilepas di Karimunjawa

PBB Siap Mendukung Pemerintah dan Membantu Korban Gempa Maroko

3 Mahasiswa Geologi UNG Dimakamkan di Daerah Asal

Sektor Perikanan Belum Memberikan Kontribusi Signifikan pada Perekonomian

Dua Hari, Tinggi Gelombang Dapat Mencapai 6 sampai 9 Meter

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.