Darilaut – Beberapa fenomena atmosfer diprediksi secara signifikan mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Merujuk pada kondisi atmosfer, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan ini dengan selalu memperbarui informasi cuaca dan memperbaiki kondisi lingkungan.
Periode 14-17 Maret 2025
Wilayah Indonesia masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berada di wilayah berikut:
• Hujan Sedang – Lebat : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat.
• Hujan Lebat – Sangat Lebat : Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan papua Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah dengan mengikuti informasi prakiraan cuaca secara berkala.
Selain itu, kata BNPB, melakukan pembersihan dan pemeliharaan saluran drainase, tanggul, bendungan maupun daerah aliran sungai, mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar dan esensial dalam situasi bencana. Membuat rencana kedaruratan mulai dari tingkat keluarga hingga RT/RW untuk evakuasi dan respon tanggap ketika terjadi bencana sesuai instruksi otoritas daerah setempat.
BNPB juga mencatat kejadian dan penanggulangan bencana di beberapa wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem yang dipicu hujan deras disertai angin kencang melanda Provinsi Jawa Barat, yakni Kota Tasikmalaya pada Selasa (11/3) dan Kabupaten Ciamis pada Rabu (12/3).
Tercatat sebanyak 11 kelurahan terdampak, 14 pohon tumbang, 22 unit rumah tertimpa pohon, 30 unit rumah dan dua unit fasilitas ibadah tersapu angin di Kota Tasikmalaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya melakukan pembersihan material pohon tumbang dan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan rumah warga terdampak.
Di Kabupaten Ciamis, cuaca ekstrem menyebabkan tujuh unit rumah rusak ringan dan empat unit rumah lainnya terdampak di Kecamatan Panumbangan.
Hujan lebat disertai angin kencang turut melanda empat desa di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (12/3). Kejadian ini menyebabkan 26 unit rumah rusak berat, 45 unit rumah rusak sedang, 62 unit rumah rusak ringan, satu unit fasilitas ibadah dan pendidikan terdampak.
Di Kabupaten Situbondo memicu sungai irigasi di Desa Kendit, Kecamatan Kendit meluap pada Rabu (12/3) pukul 23.00 waktu setempat. Kejadian ini menyebabkan banjir dengan tinggi muka air mencapai 100 sentimeter.
BPBD Kabupaten Situbondo mencatat sebanyak 26 unit rumah terdampak banjir dan melakukan kaji cepat bersama instansi terkait. Berdasarkan pantauan visual pada Kamis (13/3) pukul 00.30 WIB, banjir berangsur surut.
Selain itu, hujan intensitas tinggi juga masih melanda wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menyebabkan banjir di Kecamatan Kuala Cenaku, pada Selasa (11/3).
BPBD Kabupaten Indragiri Hulu melaporkan sebanyak 884 unit rumah, satu unit fasilitas umum dan pendidikan, dua unit fasilitas ibadah, tiga unit fasilitas pendidikan, 700 hektar lahan perkebunan serta sepanjang 900 meter jalan desa terdampak banjir.
Di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, hujan lebat memicu luapan sungai menyebabkan Bendungan Padang di Kecamatan Batulappa rusak berat dan merendam 100 hektar lahan sawah, pada Selasa (11/2). BPBD Kabupaten Pinrang melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan otoritas daerah setempat untuk perbaikan bendungan yang rusak.
