Puluhan Personil Ikut Latihan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Davao

Jakarta – Tiga kapal dan puluhan personil akan mengikuti Pelatihan Regional Penanggulangan Pencemaran Laut atau Regional Marpolex (Marine Poluttion Exercises) tahun 2019.

Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari di Davao, Filipina, Senin (1/7) sampai Jumat (5/7).

Kepala Subdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Een Nuraini Saidah mengatakan, tujuan table top Exercise untuk memantapkan rencana dan pergerakan kapal dalam acara regional Marpolex di Davao.

Personil yang terlibat dalam table top exercise tersebut antara lain, awak kapal kapal negara (KN) Sarotama P112, awak KN Gandiwa P118 dan awak KN Kalawai P117. Kemudian personil Distrik Navigasi Bitung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado, KSOP Bitung, Basarnas, SKK Migas, Pertamina dan stakeholder lain yang terkait.

Menurut Een, hasil table top akan dilakukan latihan langsung di laut sebelum latihan sesungguhnya yang melibatkan KPLP bersama 5 Pangkalan PLP, Philipine Coast Guard serta Japan Coast Guard. Masing-masing akan menunjukan kemampuan penanggulangan pencemaran minyak khususnya kesiapsiagaan pencemaran berskala besar di wilayah perairan perbatasan Indonesia dan Pilipina.

Tiga kapal patroli Kementerian Perhubungan akan bergerak menuju Davao, pada Jumat (28/6) melalui upacara pelepasan yang akan dipimpin langsung oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai di pelabuhan Bitung.

Kepala Seksi Operasi, PLP Priok, Capt Pujo Kurnianto mengatakan, dari tiga kapal tersebut yang memegang peran paling krusial atau boleh dikatakan paling berat adalah KN Sarotama. Kapal patroli ini akan menggelar oil boom untuk menanggulangi tumpahan minyak. Ini memerlukan banyak waktu dan kru dalam keterlibatannya.

KN Sarotama dinakhodai oleh Capt Desi Susanti. Kapal ini tipe MDPS (Marine Disaster Prevention Ship) yang ditunjang dengan peralatan seperti Fire Gun, Oil Boom Recovery, Long Range Identification and Tracking serta lainnya.

Di KN Sarotama disiapkan personil 20 sampai 30 kru. Personil akan terlibat dalam demonstrasi penanggulangan tumpahan minyak pada Regional Marpolex 2019 di Davao.

KN Kalawai akan berperan sebagai pemadaman kebakaran, sedangkan KN Gandiwa berperan sebagai kapal SAR atau penyelamatan korban yang jatuh ke laut.

Tujuan latihan Marpolex ini untuk mengetahui kesiapsiagaan SDM kapal patroli KPLP dalam menanggulangi pencemaran, pemadaman kebakaran dan pertolongan kepada korban jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain itu, persiapan dan kelengkapan alat-alat yang dimiliki kapal kapal patroli KPLP dalam menunjang kegiatan maupun kejadian yang sebenarnya, jika terjadi kecelakaan tumpahan minyak di laut.

Penunjukan tempat latihan di Perairan Pelabuhan Bitung adalah untuk melihat potensi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang ada di Manado dan sekitarnya dalam penanganan musibah pencemaran minyak di laut.

“Yang diharapkan jika terjadi musibah pencemaran di daerah Sulawesi dan sekitarnya pergerakan bantuan akan lebih cepat dan efisien jika SDM kapal kapal patroli KPLP di wilayah Manado dan sekitarnya mempunyai kesiapan dan kecepatan dalam penanggulangan musibah yang terjadi,” kata Pujo.*

Exit mobile version