Pushidrosal Perkuat Tim Landas Kontinen Indonesia di PBB

Kapushidrosal Laksda TNI Dr Harjo Susmoro. FOTO: DEWANHIDROGRAFI.ID

Darilaut – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) Laksda TNI Dr Harjo Susmoro, memimpin delegasi Pushidrosal untuk memperkuat Tim Nasional Landas Kontinen Indonesia. Tim ini melakukan presentasi di hadapan Komisi Batas Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) submisi landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut untuk segmen utara Papua di Markas PBB New York.

Seperti dilansir Tnial.mil.id, dalam presentasinya, Kapushidrosal menyampaikan bukti-bukti berdasarkan data batimetri yang mendukung bahwa Euripik Rise merupakan kepanjangan alami dari daratan Papua di sebelah Utara. Karena itu, Indonesia berhak untuk mengajukan batas Landas Kontinen lebih dari 200 NM di wilayah Utara Papua seluas 196,568.9 Km2.

Tanggapan dari Komisi disampaikan pada saat sesi diskusi yang dilaksanakan setelah presentasi. Secara umum, Komisi menerima terhadap Partial submission yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan akan memberikan tanggapan dalam sidang Sub-Komisi beberapa waktu ke depan.

Dalam kegiatan ini Kapushidrosal didampingi Kasubdis BDB Pushidrosal Letkol Laut (KH) Dikdik Satria Mulyadi.

Tim Nasional Landas Kontinen Indonesia telah melakukan presentasi awal dari submisi landas kontinen Indonesia di luar 200 mil laut untuk segmen utara Papua. Presentasi dilakukan di hadapan Komisi Batas Landas Kontinen PBB (United Nations – Commission on the Limit of the Continental Shelf – UN CLCS).

Di depan UN CLCS, Indonesia mengajukan proposal perluasan landas kontinen di kawasan utara Papua.

Presentasi disiapkan dan disampaikan oleh anggota perwakilan Tim Nasional Landas Kontinen. Terdiri dari unsur Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Pushidrosal, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Luar Negeri.

Presentasi disampaikan secara komprehensif, meliputi aspek-aspek lokasi/peta perluasan wilayah Landas Kontinen, uji geologi, verifikasi dan jenis-jenis data, tidak adanya klaim tandingan (absence of dispute), serta metode dan hasil survey. Keputusan akhir atas proposal Indonesia akan diumumkan setelah UN CLCS mengkaji aspek legal dan teknis.

Sebagai pembanding, pada saat Indonesia melakukan Submisi pertama tahun 2008 untuk wilayah Barat Laut Sumatera, nanti tahun 2011 Komisi memutuskan bahwa Indonesia berhak untuk melaksanakan penarikan ulang batas Landas Kontinen di wilayah Barat Laut Sumatera tersebut.*

Exit mobile version