Darilaut – Ratusan rumah di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, terendam banjir. Banjir tersebut memberikan dampak di Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Wonosari, pada Kamis (18/6).
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melaporkan banjir yang terjadi pada Kamis, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Paguyaman dan sekitarnya.
Curah hujan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.30 Wita menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke sejumlah permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Boalemo dalam penanganan dampak banjir.
“BPBD Kabupaten Boalemo saat ini masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak. Data yang ada masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujar Rusli.
Berdasarkan laporan awal BPBD Kabupaten Boalemo yang diterima pada pukul 21.00 Wita, lokasi kejadian berada di Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman. Sementara itu, dampak banjir juga dirasakan di beberapa desa lainnya di Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Wonosari.
Banjir tersebut berdampak pada 155 rumah yang dihuni oleh 172 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 486 jiwa.
Di Kecamatan Paguyaman, Desa Diloato tercatat terdampak sebanyak 54 rumah dengan 63 KK atau 197 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Wonosari, Desa Mekar Jaya terdampak sebanyak 8 rumah dengan 8 KK atau 24 jiwa, Desa Harapan sebanyak 85 rumah dengan 93 KK atau 230 jiwa, serta Desa Bongo Tua sebanyak 8 rumah dengan 8 KK atau 35 jiwa.
Selain merendam rumah warga dan dua unit gedung pemerintahan, yakni Polsek Wonosari dan SMK Negeri 1 Wonosari yang terdampak genangan banjir. Hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban meninggal dunia, luka-luka maupun warga hilang akibat kejadian tersebut.
BPBD Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Boalemo melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak.
Upaya penanganan juga melibatkan unsur TNI, Polri, aparatur kecamatan dan desa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait guna memastikan kondisi masyarakat terdampak dan kebutuhan penanganan dapat teridentifikasi dengan baik.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta pendataan lanjutan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh banjir.
BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan yang dapat menyebabkan peningkatan debit air dan memperluas wilayah terdampak banjir.
