Darilaut – Siklon Tropis Bakung saat ini terletak di utara barat laut Kepulauan Cocos (Keeling), Samudra Hindia, pada Sabtu (13/12).
Bakung yang mendapat penamaan dari Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jumat (12/12) malam berada di barat-barat daya Lampung dan Jakarta.
Siklon tropis kategori 1 tersebut mengemas angin kencang di dekat pusat mencapai 75 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 100 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi Australia (BOM), dalam buletin informasi yang dikeluarkan Sabtu.
Bakung terletak 460 kilometer barat laut Kepulauan Cocos (Keeling) dan bergerak ke barat dengan kecepatan 19 kilometer per jam.
Bakung diperkirakan akan terus bergerak ke barat daya sebelum melambat pada hari Minggu, tetap berada jauh di barat laut Kepulauan Cocos (Keeling), kata Biro Meteorologi.
Bakung diperkirakan akan akan berinteraksi dengan sistem tekanan rendah lainnya yakni bibit siklon tropis 92S awal minggu depan. Hal ini mengakibatkan ketidakpastian yang lebih tinggi dalam pergerakan selanjutnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan meskipun pergerakan Siklon Tropis Bakung menjauhi wilayah Indonesia namun tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari ke depan. BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.
BMKG mengonfirmasi peningkatan status Bibit Siklon 91S di Samudra Hindia barat daya Lampung telah menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Jumat (12/12) pukul 19.00 WIB. Hasil analisis BMKG, Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km per jam) dengan tekanan di sekitar sistem mencapai 1000 hPa (hektopaskal) dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemantauan ini, kata Faisal, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait.
Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung diprediksikan meningkat menjadi 55 knot (100 km/jam) yang menunjukkan peningkatan intensitas menjadi sistem siklon kategori dua dengan tekanan angin di sekitar sistem mencapai 988 hPa dan pergerakan ke arah barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Adapun dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung terhadap wilayah Indonesia adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu dan gelombang tinggi (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, dan Selat Sunda bagian selatan.
Faisal mengingatkan agar seluruh pihak bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dengan menerapkan prinsip early warning, melahirkan early action, untuk menuju zero victim.
Masyarakat diimbau tetap tenang, saling membantu, dan mengingatkan satu sama lain agar dapat melalui kejadian cuaca ekstrem dalam keadaan sehat dan selamat, kata Faisal.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir Bakung terletak 437 km di utara-barat laut Kepulauan Cocos, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki). Bakung diperkirakan akan bergerak ke arah barat-barat daya.
Sistem ini kemungkinan akan bergerak sangat lambat dan tidak menentu selama 36 jam ke depan, kata JTWC.
Bakung diperkirakan akan terus meningkat intensitasnya selama 36 jam ke depan karena lingkungan tetap menguntungkan.
