Darilaut – Perluasan cakupan sistem peringatan dini terkait suhu panas dan kesehatan berpotensi melindungi 1,5 miliar orang serta mencegah hampir 100.000 kematian setiap tahunnya, menurut estimasi tahun 2025.
Solusi untuk mengatasi hal ini sudah tersedia. Langkah-langkah ini mencakup sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan rencana aksi kesehatan, perencanaan kota yang tanggap iklim untuk menciptakan jalan dan hunian yang lebih sejuk, serta perlindungan hukum bagi pekerja di pabrik, lahan pertanian, dan lokasi konstruksi.
Hal ini menjadi bahasan dalam acara Global Heat Forum yang berlangsung tanggal 6 hingga 9 Oktober bertepatan dengan Bangkok Climate Action Week, di Bangkok Thailand.
Acara ini dibuka dengan peluncuran berbagai perangkat sumber daya yang inovatif dan praktis terkait aksi penanganan suhu panas bagi pemerintah, kota, dan layanan kesehatan:
• Extreme heat and health: Global evidence for action (Suhu Panas Ekstrem dan Kesehatan: Bukti Global untuk Tindakan): ringkasan eksekutif dari laporan yang merinci kumpulan bukti terlengkap hingga saat ini mengenai dampak buruk suhu panas terhadap kesehatan.
• Seri pendamping Burning Questions (Pertanyaan Mendesak): menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai langkah-langkah penanganan suhu panas, seperti potensi biaya akibat gelombang panas.
• What Works Against Heat (Solusi Efektif Menghadapi Suhu Panas): platform terpadu yang dikembangkan setelah meninjau 300.000 makalah akademis dan mengevaluasi lebih dari 80 intervensi terkait suhu panas, mulai dari perencanaan kota hingga desain bangunan.
• Global Call to Action on Heat and Women’s Health (Seruan Aksi Global terkait Suhu Panas dan Kesehatan Perempuan): mendesak pemerintah untuk melindungi perempuan dan bayi dari dampak kesehatan akibat suhu panas ekstrem.
• Roadmap for Investment and Action on Extreme Heat (Peta Jalan Investasi dan Aksi terkait Suhu Panas Ekstrem): melanjutkan upaya penting penanganan suhu panas ekstrem menuju konferensi COP31 di Antalya.
• Penilaian tingkat negara pertama mengenai suhu panas dan kesehatan untuk Bangladesh, Bhutan, India, dan Nepal, yang disusun oleh South Asia Hub dari Global Heat Health Information Network.
Hampir 600 ilmuwan, pemimpin bisnis, dermawan, dan pakar kesehatan berkumpul di Bangkok untuk mendorong langkah perlindungan mata pencaharian melalui berbagai upaya, seperti penguatan tata kelola penanganan panas.
Global Heat Forum diselenggarakan oleh Global Heat Health Information Network (GHHIN), World Meteorological Organization (WMO), Asian Development Bank, Bangkok Climate Action Week, ClimateWorks Foundation, Children’s Investment Fund Foundation, Climate & Health Funders Coalition, The Rockefeller Foundation, dan Wellcome.
