Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Soal Banjir di Libya, Sekjen WMO: Perlu Peringatan Dini Multi-Bahaya

redaksi
15 September 2023
Kategori : Berita
0
Soal Banjir di Libya, Sekjen WMO: Perlu Peringatan Dini Multi-Bahaya

Cuaca ekstrem berupa hujan deras meruntuhkan dua bendungan dan menyebabkan banjir dahsyat di Kota Derna. Kondisi ini melenyapkan sebagian besar lanskap di Libya Timur. FOTO: WMO

Darilaut – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Prof. Petteri Taalas menyoroti tragedi di Libya yang berdampak buruk akibat cuaca ekstrem di negara-negara rentan. Ini menunjukkan perlunya peringatan dini multi-bahaya yang mencakup semua tingkat pemerintahan dan masyarakat.

Menurut Sekjen WMO, Pusat Meteorologi Nasional Libya memang mengeluarkan peringatan dini atas peristiwa cuaca ekstrem ini, yang mengakibatkan tingkat curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya (414,1 mm dalam 24 jam di satu stasiun) yang menyebabkan banjir bandang dan runtuhnya bendungan.

“Peringatan tersebut dikeluarkan untuk curah hujan tinggi dan banjir, namun tidak mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh bendungan yang sudah tua,” ujar Prof. Taalas dalam pernyataan yang dikeluarkan (14/9).

Fragmentasi mekanisme penanggulangan bencana dan tanggap bencana di negara ini, serta memburuknya infrastruktur, memperburuk besarnya tantangan yang ada.

Situasi politik merupakan pendorong risiko, seperti yang kita lihat di banyak negara saat ini, kata Prof. Taalas.

Pusat Meteorologi Nasional menghadapi kesenjangan besar dalam sistem pengamatannya. Sistem informasi dan teknologi tidak berfungsi dengan baik dan terdapat kekurangan staf yang kronis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Badai DanielKota DernaLaut MediteraniaLibyaProf Petteri TaalasSistem Peringatan DiniWorld Meteorological Organization
Bagikan13Tweet1KirimKirim
Previous Post

Emisi Gas Rumah Kaca Harus Segera Dikurangi

Next Post

Alumni UNG Dapat Menerapkan Pengetahuan dan Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026
New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

2 November 2026

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Next Post
Alumni UNG Dapat Menerapkan Pengetahuan dan Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat

Alumni UNG Dapat Menerapkan Pengetahuan dan Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Gelombang Laut di Anyer Bukan Tsunami

Laporan Terbaru, Indonesia Penangkap Ikan Tuna Terbesar di Dunia

Pengusaha Nasional dan Pejabat Diduga di Balik Bisnis Biomassa di Provinsi Gorontalo

Petisi untuk Mengakhiri Perburuan Paus dan Lumba-lumba di Kepulauan Faroe

Siklon Tropis Herman Membawa Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia

Tiga Kapal KPLP ke Davao

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.