Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Strategi Mitigasi Bencana Kementerian ESDM

redaksi
4 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Tsunami Selat Sunda

FOTO: BADAN GEOLOGI ESDM

Jakarta – Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan, yang paling pertama dalam mitigasi bencana kita harus mengetahui tinggal di mana. Jadi, masyarakat harus tahu tinggal di daerah seperti apa.

“Indonesia itu sangat luas, hampir seluruhnya daerah bencana, tetapi di antara daerah bencana itu pasti ada jalan aman yang Tuhan berikan,” kata Rudy, Kamis (3/1).

Badan Geologi ESDM memiliki tugas dan fungsi terkait kebencanaan dan telah merumuskan strategi mitigasi bencana geologi. Strategi ini melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pedoman Mitigasi Bencana Gunungapi, Gerakan Tanah, Gempa Bumi, dan Tsunami.

Dalam siaran pers ESDM disebutkan strategi pertama, melakukan penelitian atau kajian terhadap aspek-aspek yang menjadi bencana geologi, baik itu gunung api, gempa bumi, longsor dan tsunami. Pemantauan gunungapi telah dilakukan pada 127 gunungapi aktif, dan 69 di antaranya dipantau selama 24 jam dalam sehari. Salah satunya Gunung Anak Krakatau.

Semua kajian sudah selesai dan sudah tersebar di berbagai daerah. Badan Geologi sudah mengembangkan monitoring, khususnya terkait pemantauan gunung api. Dari 127 gunungapi aktif di Indonesia, 69 gunungapi dipantau 24 jam sejak beberapa tahun yang lalu. Termasuk Anak Gunung Krakatau yang di Selat Sunda. Anak Gunung Krakatau mulai aktif sejak 29 Juni 2018.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Badan GeologiESDMMitigasi Bencana
Bagikan12Tweet2KirimKirim
Previous Post

Gempa Guguran di Karangetang

Next Post

Dua Nelayan Gorontalo Penangkap Ikan Tuna Hilang di Teluk Tomini

Postingan Terkait

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026
Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

6 Juni 2026

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

Next Post
Kapal ikan

Dua Nelayan Gorontalo Penangkap Ikan Tuna Hilang di Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Secepatnya Membuat Pedoman Penanganan Kekerasan Berbasis Gender

KKP Kembali Galang Bantuan untuk Sulawesi Tengah, Terkumpul Rp 3,9 Miliar

PBB Memberikan Penghargaan Kolaborasi Penanganan Kejahatan Lingkungan dan Penegakan Hukum di Indonesia

Siklon Tropis Hayley Menguat Menjadi Kategori 2, Bawa Dampak Cuaca Ekstrem di Bali Hingga NTT

Devisa Sektor Pariwisata Capai 19,29 Miliar Dolar AS

Siklon Tropis Lola Terbentuk Dekat Vanuatu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.