Darilaut – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan edukasi produk ramah lingkungan bagi anggota Bhayangkari melalui pelatihan pembuatan sabun berbasis eco enzyme.
Kegiatan dalam rangkaian memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 tersebut bertempat di aula FMIPA Lantai 3, Kampus 4 UNG.
Pelatihan diawali dengan materi bertajuk “Sains di Balik Sabun: Mengenal Sejarah, Struktur Kimia, Reaksi Pembentukan, dan Mekanisme Kerjanya” yang disampaikan oleh Dr. Suleman Duengo.
Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat sabun dari perspektif ilmiah. Produk yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, ternyata memiliki proses kimia yang menarik. Mulai dari sejarah penggunaannya, struktur molekul, reaksi pembentukan, hingga mekanisme sabun dalam mengangkat kotoran dan minyak.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar kimia sabun, peserta kemudian diajak menerapkan pengetahuan tersebut melalui sesi praktik.
Praktik pembuatan sabun berbasis eco enzyme dipandu langsung oleh Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UNG, Dr. Wiwin Rewini Kunusa, bersama mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNG.
Para peserta mendapatkan kesempatan mengenal bahan, memahami tahapan pembuatan, hingga mempraktikkan secara langsung proses pengolahan bahan menjadi produk sabun.
Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik tersebut, membuat kegiatan berlangsung interaktif.
Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep kimia diterapkan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
Mengusung semangat sinergitas, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, pelatihan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, akan tetapi memberikan pengalaman praktis kepada anggota Bhayangkari dalam memahami proses pembuatan sabun. Sekaligus memanfaatkan bahan berbasis eco enzyme menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama.
Lilan mengatakan perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergitas antara perguruan tinggi dan Bhayangkari. Ilmu pengetahuan yang ada di kampus dapat ditransformasikan menjadi keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, kata Lilan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan keterampilan, inovasi produk, serta edukasi mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
