Darilaut – Sepanjang tahun 2025 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) telah mengeluarkan 128.814 nomor ISBN (International Standard Book Number). Jumlah tersebut hasil layanan sebanyak 122.647 judul.
ISBN adalah deretan angka 13 digit yang bersifat unik dan digunakan sebagai salah satu tanda pengenal atau identitas dari terbitan buku dalam bentuk karya cetak maupun rekam, serta berisi informasi mengenai judul, penerbit, dan kelompok penerbit.
Satu nomor ISBN dipastikan akan berbeda antara satu karya dengan karya lainnya.
Rata-rata terbitan berdasarkan jumlah ISBN sepanjang 2020–2024 mencapai 102.905 judul per tahun, dengan total nomor ISBN yang diterbitkan mencapai 111.410 nomor ISBN.
Penerbitan tertinggi terjadi pada masa pandemi tahun 2021, yaitu 147.416 judul, yang membuat Indonesia masuk ke dalam urutan 10 besar penerbitan ISBN secara internasional.
Berdasarkan layanan ISBN tahun 2024, Perpusnas telah menerbitkan 110.346 ISBN. Sementara jumlah nomor ISBN yang dikeluarkan mencapai 118.157 nomor.
Dari total tersebut, sebanyak 80.393 judul merupakan terbitan dalam format buku cetak, atau sekitar 68% dari keseluruhan ISBN yang diterbitkan. Sisanya, sebanyak 37.776 judul atau 32%, merupakan terbitan non buku, termasuk e-book dalam format PDF.
Mulai 2025, Perpusnas menetapkan kebijakan baru bahwa setiap pengadaan buku digital wajib dilengkapi ISBN, sebagai bagian dari upaya pengelolaan koleksi digital serta peningkatan kualitas pendataan karya rekam nasional.
ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN (International ISBN Agency) yang berkedudukan di London.
Badan ISBN Internasional menunjuk Perpustakaan Nasional RI sebagai Badan ISBN Nasional yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia.
Layanan ISBN di Perpustakaan Nasional RI dilaksanakan oleh unit kerja Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, di bawah tim kerja Layanan ISBN dan ISMN.
