Tenggelam di Malaysia, Bangkai Kapal Berbendera Dominica Mengarah ke Perairan Riau

FOTO: HUBLA

Darilaut – Kapal berbendera Dominica MT. Wan Da tenggelam di Perairan Johor Malaysia. Bangkai kapal dengan bobot 325 Gros Ton tersebut mengarah ke perairan Riau karena terseret arus.

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt Handry Sulfian telah mengerahkan 2 kapal patrol yaitu KN Kalimasadha – P.115 dan KN Rantos – P.210 untuk siaga di lokasi tenggelamnya kapal MT Wan Da. Petugas melakukan pengamanan dan pengawasan terkait tenggelamnya tersebut.

“Pada hari Rabu, tanggal 15 Maret 2020 kami menerima berita musibah tenggelamnya sebuah kapal berukuran GT 325 bernama MT. Wan Da di Perairan Johor Malaysia,” ujar Handry, Kamis (16/4).

Manurut Handry, informasi dari Disnav Kelas I Tanjung Pinang/VTS Batam dan KRI Krait bahwa kapal tersebut sudah bergeser 1 Nautical mill dari TSS (Traffic Separation Scheme ). Posisinya memasuki Wilayah Perairan Indonesia dengan koordinat 1° 21. 275′ N/ 104° 19.794 E.

Setelah berkoordinasi dengan Kantor UPP Kelas II Tanjung Uban dan Basarnas, telah dikerahkan KN Rantos dan KN Kalimasadha untuk melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap kapal yang tenggelam kemudian hanyut. Dikhawatirkan bangkai kapal tersebut akan menganggu alur pelayaran di wilayah RI.

Setelah berada di lokasi, KN Rantos – P.210 dan KN Kalimasadha – P.115 mendapatkan kapal tersebut sudah dalam keadaan terbalik dan tidak ada satu orang kru kapal di lokasi tersebut.
Hingga Kamis (16/4) pukul 17.32 WIB posisi kapal pada 01° 14. 3334 N / 104° 12.8607′ E . Kapal patroli masih berada di lokasi untuk mengamankan alur pelayaran di sekitar lokasi kapal yang tenggelam agar lalu lintas pelayaran bisa aman dan terkendali.

Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut, Ahmad mengatakan, di tengah pandemi Covid 19, KPLP dalam hal ini Pangkalan PLP Tanjung Uban tetap siaga melaksanakan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran. Terkait musibah tenggelamnya kapal MT Wan Da, KPLP telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menangani musibah kecelakaan kapal ini sesuai tupoksi masing-masing.

“Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengamanan di laut, kami telah menginstruksikan jajaran KPLP khususnya di Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban agar tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan alur pelayaran dan memastikan aspek keselamatan pelayaran di wilayah perairan tersebut serta menjalankan tugas lain yang menjadi tupoksi KPLP,” kata Ahmad.*

Exit mobile version