Terdapat Luka Gigitan Hiu, Seekor Dugong Ditemukan Mati Terdampar di Buleleng

FOTO: BPSPL DENPASAR/KKP

Jakarta – Seekor dugong (Dugong dugon) berjenis kelamin betina ditemukan mati terdampar di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Terdapat luka di bagian ekor yang diduga gigitan hiu.

Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar bersama WWF dan Flying Vet melakukan respon cepat dugong terdampar tersebut. Dugong ini ditemukan nelayan pada Sabtu (29/6).

Staf BPSPL Denpasar, Budi Santoso, mendatangi lokasi untuk memastikan dan melaksanakan penanganan awal. Saat berada di lokasi, dugong ini dengan kondisi mati segar (kode 2) dan berkelamin betina. Ukuran panjang badan dugong ini 147 cm dan lingkar badan 75 cm.

Untuk mengamankan dugong tersebut, dilakukan koordinasi dengan instansi terkait. Selanjutnya, dugong dievakuasi dan disimpan sementara di freezer BBPPBL Gondol.

Sabtu siang, dokter hewan yang tergabung dalam Flying Vet melakukan penanganan lanjutan. Di BBPPL Gondol, tim mengukur ulang panjang dan lingkar badan.

Selanjutnya, pemeriksaan kondisi luar badan dugong. Tim menemukan luka di bagian ekor, bagian dada, dan lecet di bagian tubuh lainnya.

Dugaan awal adanya luka pada ekor diakibatkan gigitan hiu dan lecet pada tubuh diakibatkan gesekan terhadap benda lain.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan luka tersebut akan dilakukan pembedahan di lokasi praktek Flying Vet Kedonganan.

Nekropsi ini direncanakan pada Selasa (2/7) hari ini oleh Tim Flying Vet di Kedonganan. Melalui proses autopsi dan nekropsi akan didapatkan informasi yang optimal mengenai penyebab kematian dugong tersebut.*

Exit mobile version