Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

Choi-wan (Topan Jepang Nomor 27); Nolo (Topan Jepang Nomor 28) dan Koguma (Topan Jepang Nomor 29). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Tiga topan (typhoon) saat ini berada di Samudra Pasifik Barat, pada Rabu (7/10). Topan tersebut, Choi-wan (Topan Jepang Nomor 27); Nolo (Topan Jepang Nomor 28) dan Koguma (Topan Jepang Nomor 29).

Choi-wan berada di timur Jepang, dua topan lainnya Nolo dan Koguma mengarah ke Jepang.

Choi-wan

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan topan Choi-wan bergerak utara timur-laut dengan kecepatan 55 km per jam (31 knot) dan tekanan udara pada pusatnya 970 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 35 meter per detik (65 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 50 meter per detik (95 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di timur 280 km (150 NM) barat – 165 km (90 NM), sedangkan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 900 km (475 NM) barat 560 km (300 NM), kata JMA.

Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Choi-wan telah bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan 43 km per jam (23 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 12,8 meter (42 kaki).

Kondisi lingkungan akan menjadi semakin tidak mendukung bagi siklon tropis ini; geseran angin (wind shear) akan meningkat hingga 75–95 km per jam (40–50 knot) dan suhu permukaan laut akan turun menjadi 14–16°C dalam waktu 24 jam.

Faktor-faktor ini akan terus mengikis inti bagian dalam badai, sehingga menyebabkan pelemahan yang stabil, kata JTWC.

Nolo

Menurut JMA, topan Nolo bergerak ke barat dengan kecepatan 40 km per jam (22 knot) dan tekanan udara pada pusatnya 960 hPa.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (80 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (115 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 130 km (70 NM), kata JMA, area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 560 km (300 NM) selatan 280 km (150 NM).

JTWC mengatakan Nolo bergerak ke arah barat dengan kecepatan 33 km per jam (18 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 12,8 meter (42 kaki).

Nolo diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat hingga barat-barat laut selama sistem ini tetap berada di tepi khatulistiwa dari punggungan subtropis yang berpusat di timur laut.

JTWC memperkirakan Nolo akan melemah secara bertahap antara jam ke-36 dan ke-48 karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Koguma

Badai tropis Koguma mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot) dan tekanan udara pusat 996 hPa, kata JMA.

Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 20 meter per detik (40 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).

JMA mengatakan area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di barat-laut 330 km (180NM) dan tenggara 280 km (150 NM).

Menurut JTWC, Koguma bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 5,2 meter (17 kaki).

Koguma akan terus bergerak ke arah barat laut selama 12 jam ke depan, dipengaruhi oleh perluasan ke arah selatan dari punggungan tekanan tinggi subtropis (subtropical ridge).

Setelah itu, sistem ini akan berbelok ke arah barat-barat laut seiring menguatnya punggungan tekanan tinggi di tingkat menengah atmosfer ke arah barat.

Perkembangan palung tekanan rendah, Topan Nolo, dan punggungan tekanan tinggi subtropis menimbulkan ketidakpastian yang signifikan mengenai tingkat pembelokan ke arah kutub pada akhir periode prakiraan.

Setelah 36 jam, meredanya geseran angin akan memungkinkan Koguma menguat dengan cepat hingga mencapai puncak kecepatan 205 km/jam (110 knot) dalam waktu 3 hari. Dalam 5 hari, sistem ini akan sedikit melemah akibat kandungan panas laut yang lebih rendah, kata JTWC.

Exit mobile version