Jakarta – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan masih mencari 9 warga Gorontalo korban Kapal Layar Motor (KLM) Garuda Jaya yang mengalami kebocoran di perairan antara Banggai Sulawesi Tengah dan Taliabu, Maluku Utara, Jumat (23/8).
Data 9 warga Gorontalo tersebut masing-masing Jemin Botutihe (28 tahun), Aladin Botutihe, Moh Iksal Botutihe, Irpan Piyohu, Aris Abdullah, Masrun Ishak, Ramin Abdullah, Tahir Kusuma dan Ajis Abdullah.
Pencarian Senin (26/8) dimulai pukul 06.00 Wita. Tim SAR melakukan pencarian dengan menggunakan KN SAR Bhisma dan satu unit Kapal nelayan.
Penyisiran dilakukan pada titik yang sudah ditentukan. Selain pencarian tim membagikan informasi hilangnya 9 korban KLM Garuda Jaya ke nelayan-nelayan, sehingga apabila ditemukan tanda-tanda agar melaporkan ke pihak terkait.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Basrano mengatakan, pencarian hari ini masih seperti kemarin. Tim dibagi menjadi dua: tim KN SAR Bhisma melakukan pencarian dengan luas area 64 Nm. Kemudian tim kapal nelayan melakukan pencarian di sekitar pesisir Pulau Masoni dan Pulau Limbo.
Unsur SAR yang terlibat terdiri dari tim Rescue Pos SAR Luwuk 5 orang, ABK KN 239 Bhisma 7 orang, Polairud 2 orang, Koramil Balut 9 orang, BPBD 2 orang dan masyarakat 6 orang.*
