Darilaut – Tim Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sedang mengembangkan limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk dijadikan pembasmi jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Produk yang disebut Aqola Bomb telah diperkenalkan saat sosialisasi dan launching di Desa Langge, Kecamatan Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Aqola Bomb hadir sebagai alternatif larvasida alami yang aman bagi lingkungan dan memiliki efektivitas tinggi dalam membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.
Inovasi ini hasil riset tim Farmasi FOK UNG yang didampingi Apt. Dizky Ramadani Putri Papeo, M.S.Farm.
Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, mengatakan, Aqola Bomb adalah solusi ramah lingkungan dan efektif dalam menekan penyebaran DBD.
Dengan memanfaatkan limbah kulit nanas, “kita tidak hanya mengurangi sampah organik tetapi juga menciptakan produk yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Hartono.
Setelah launching dan sosialisasi diharapkan produk ini dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga bisa digunakan secara luas di berbagai daerah rawan DBD.
Hartono juga menyampaikan pentingnya inovasi berbasis bahan alami dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat.
Menurut Tim Farmasi FOK UNG ekstrak kulit nanas mengandung senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan jentik nyamuk secara signifikan.
Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan pelatihan langsung mengenai cara penggunaan Aqola Bomb agar dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah mereka.
Peluncuran inovasi ini menjadi tonggak penting bagi FOK UNG dalam mengembangkan solusi berbasis riset untuk permasalahan kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan dari Innovillage Telkom, tim pengembang berharap Aqola Bomb dapat segera dikomersialisasikan dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan.
Ke depan, kolaborasi dengan pemerintah, institusi kesehatan, serta masyarakat akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD.
