Minggu, Maret 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

TNC Indonesia: Pengebom Ikan di Raja Ampat Berkurang

redaksi
18 Desember 2019
Kategori : Berita, Konservasi
0
TNC Indonesia: Pengebom Ikan di Raja Ampat Berkurang

Coastal and Ocean/Fisheries Policy Senior Manager TNC Indonesia, Yadranka Farita, dalam kegiatan media workshop “Memahami berbagai kebijakan untuk memperbaiki manajemen sumber daya alam di Indonesia agar berkesinambungan, khususnya untuk hal kelautan dan perikanan” Rabu (18/12) di Jakarta. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – The Nature Conservancy (TNC) Indonesia mencatat aktivitas pengeboman ikan di perairan Raja Ampat Provinsi Papua Barat sudah jauh berkurang.

“Dulu penangkap ikan dengan menggunakan bom dan potas banyak. Sekarang sudah berkurang,” kata Communication Coordinator Indonesia Ocean Program TNC Indonesia Arif Nugroho, dalam acara media workshop di Jakarta , Rabu (18/12).

Kegiatan ini dengan tema “Memahami berbagai kebijakan untuk memperbaiki manajemen sumber daya alam di Indonesia agar berkesinambungan, khususnya untuk hal kelautan dan perikanan”

Dalam mengurangi pengebom ikan di Raja Ampat TNC melakukan berbagai pendekatan. Seperti bekerjasama dengan pemerintah, agamawan dan tokoh adat setempat. Organisasi konservasi lingkungan ini juga melibatkan pelaku atau pemakai bom ikan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan perikanan berkelanjutan.

Hasilnya? “Nelayan yang sebelumnya sering menangkap ikan dengan cara merusak dengan menggunakan bom ikan menjadi penggerak lingkungan,” kata Arif.

Bahkan, mantan pelaku pengebom ikan, sudah menjadi ujung tombak untuk kegiatan-kegiatan penyadaran bagi masyarakat.

Tahun 2002, TNC Indonesia memulai kegiatannya di Raja Ampat. Ketika itu, Raja Ampat masih bergabung dengan Sorong. Pada 2003, Raja Ampat menjadi kabupaten sendiri.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bom IkanKonservasiRajat AmpatTNCWakatobi
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Alami Kerusakan Mesin, KM Lady Nathalia Terapung di Selat Makassar

Next Post

Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Postingan Terkait

Lumba-lumba Risso Melintas dan Bermain di Perairan Botubarani Gorontalo

Lumba-lumba Risso Melintas dan Bermain di Perairan Botubarani Gorontalo

7 Maret 2026
Serangan AS-Israel Terhadap Iran dan Balasan Ancaman Serius Bagi Keamanan Internasional

Saling Serang AS-Isarel vs Iran Menyebabkan Perekonomian Dunia Dalam Risiko Serius

7 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Utara Jayapura

3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Partikel Mikroplastik Jalur Arlindo Ada di Tubuh Kopepoda, Zooplankton yang Dimakan Ikan

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

Hujan Masih Mendominasi Indonesia 6 Hingga 12 Maret

Indonesia yang Berada di Dekat Garis Khatulistiwa Tak Lagi Aman Risiko Siklon Tropis

Next Post
Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Komentar tentang post

TERBARU

Lumba-lumba Risso Melintas dan Bermain di Perairan Botubarani Gorontalo

Saling Serang AS-Isarel vs Iran Menyebabkan Perekonomian Dunia Dalam Risiko Serius

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Utara Jayapura

3000 Kapal dan 20 Ribu Pelaut Terjebak di Wilayah Konflik di Timur Tengah

Partikel Mikroplastik Jalur Arlindo Ada di Tubuh Kopepoda, Zooplankton yang Dimakan Ikan

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

AmsiNews

REKOMENDASI

Bulan Terlihat Hitam Saat Terjadi Gerhana Matahari

Seluruh Pimpinan Unit di UNG Menandatangani Perjanjian Kinerja

Perekonomian Gorontalo Tahun 2025 Tumbuh 5,71 persen

Puisi “Nelayan Sangihe” Karya J.E. Tatengkeng

Rehabilitasi Karang di Raja Ampat

100 Ribu Awak Kapal Perikanan di Jawa Tengah Belum Ada Perlindungan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.