Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

TNC Indonesia: Pengebom Ikan di Raja Ampat Berkurang

redaksi
18 Desember 2019
Kategori : Berita, Konservasi
0
TNC Indonesia: Pengebom Ikan di Raja Ampat Berkurang

Coastal and Ocean/Fisheries Policy Senior Manager TNC Indonesia, Yadranka Farita, dalam kegiatan media workshop “Memahami berbagai kebijakan untuk memperbaiki manajemen sumber daya alam di Indonesia agar berkesinambungan, khususnya untuk hal kelautan dan perikanan” Rabu (18/12) di Jakarta. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – The Nature Conservancy (TNC) Indonesia mencatat aktivitas pengeboman ikan di perairan Raja Ampat Provinsi Papua Barat sudah jauh berkurang.

“Dulu penangkap ikan dengan menggunakan bom dan potas banyak. Sekarang sudah berkurang,” kata Communication Coordinator Indonesia Ocean Program TNC Indonesia Arif Nugroho, dalam acara media workshop di Jakarta , Rabu (18/12).

Kegiatan ini dengan tema “Memahami berbagai kebijakan untuk memperbaiki manajemen sumber daya alam di Indonesia agar berkesinambungan, khususnya untuk hal kelautan dan perikanan”

Dalam mengurangi pengebom ikan di Raja Ampat TNC melakukan berbagai pendekatan. Seperti bekerjasama dengan pemerintah, agamawan dan tokoh adat setempat. Organisasi konservasi lingkungan ini juga melibatkan pelaku atau pemakai bom ikan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan perikanan berkelanjutan.

Hasilnya? “Nelayan yang sebelumnya sering menangkap ikan dengan cara merusak dengan menggunakan bom ikan menjadi penggerak lingkungan,” kata Arif.

Bahkan, mantan pelaku pengebom ikan, sudah menjadi ujung tombak untuk kegiatan-kegiatan penyadaran bagi masyarakat.

Tahun 2002, TNC Indonesia memulai kegiatannya di Raja Ampat. Ketika itu, Raja Ampat masih bergabung dengan Sorong. Pada 2003, Raja Ampat menjadi kabupaten sendiri.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bom IkanKonservasiRajat AmpatTNCWakatobi
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Alami Kerusakan Mesin, KM Lady Nathalia Terapung di Selat Makassar

Next Post

Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Postingan Terkait

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

1 November 2026
Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

1 November 2026

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Next Post
Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

11 Jenazah WNI Korban Kapal Tenggelam Tiba di Indonesia

Gempa 7,1 SR Guncang Kepulauan Talaud

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Forest Watch Indonesia dan FMIPA UNG Kerja Sama Penelitian dan Magang Mahasiswa

Banjir Bandang Menewaskan 33 Orang di Afghanistan

BMKG Dorong Pemerintah Sulawesi Tengah Revisi Tata Ruang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.