Darilaut – Topan (typhoon) Bavi yang telah melemah menjadi badai tropis (Tropical Storm) melintasi Cina Timur, pada Minggu (12/7). Sistem ini membawa hujan lebat dan angin kencang dengan area yang cukup luas.
Topan Bavi mendarat di pantai Yuhuan Provinsi Zhejiang, Cina Timur, dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam pada Sabtu (11/7) sekira pukul 23.20 malam.
Siklon Tropis Bavi akan bergerak melintasi Tiongkok timur ke sekitar Laut Kuning (Yellow Sea) dan melemah secara bertahap dalam beberapa hari ke depan, kata Observatorium Hong Kong (HKO).
Menurut HKO pada Minggu siang Bavi berpusat sekitar 120 kilometer barat laut Hangzhou. Sistem diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam.
Pada Minggu sore, Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency – JMA) mengatakan Bavi telah bergerak ke utara barat laut dengan kecepatan 25 km per jam (14 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 985hPa (hektopaskal), kata JMA.
Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum 20 meter per detik (40 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih berada di timur 800 km (425 NM) dan barat 330 km (180 NM), menurut JMA.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir Bavi telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 31 km per jam (17 knot).
Sistem tersebut mendarat 333 km selatan-barat daya Shanghai, Cina.
Citra inframerah menunjukkan badai tropis yang sangat besar dengan konveksi yang dalam yang terus berlanjut di sekitar pusat pusaran.
Citra radar animasi menunjukkan wilayah curah hujan yang sama besarnya yang terkait dengan sistem tersebut saat bergerak ke daratan.
Bavi diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat laut selama 18 jam ke depan, kemudian berbelok ke arah kutub dan timur laut saat secara bertahap melemah di daratan. Bavi kemungkinan akan sepenuhnya menghilang dalam 2 hari, kata JTWC.
Namun, menurut JTWC, setelah 2 hari, ada beberapa ketidakpastian mengenai akhir sistem tersebut sebagai akibat dari lintasannya di daratan.
Beberapa panduan model menunjukkan potensi sisa-sisa Bavi untuk muncul di Laut Kuning sambil mempertahankan beberapa karakteristik tropis dalam 2 hari ke depan.
