Darilaut – Saat melintasi selatan Jepang, Topan (typhoon) Bavi menghantam Okinawa, pada Sabtu (11/7).
Topan Bavi telah mendarat di pantai Yuhuan Provinsi Zhejiang, Cina Timur, dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam pada Sabtu tengah malam.
Secara bertahap topan ini menjauh dari Prefektur Okinawa, akan tetapi angin kencang diperkirakan akan terus berlanjut. Pihak berwenang juga mendesak kewaspadaan terhadap gelombang tinggi.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan Topan Bavi berada di perairan utara Pulau Yonaguni pada pukul 17.00 hari Sabtu.
Melanair NHK, para pejabat mengatakan badai tersebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 30 kilometer per jam.
Wilayah tersebut juga dihantam hujan lebat. Kepulauan Sakishima dapat menerima curah hujan hingga 150 milimeter hingga Minggu (12/7) siang.
Gelombang laut yang tinggi diperkirakan terjadi di wilayah Okinawa dan Amami. Pihak berwenang mendesak kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang.
Kecepatan hembusan angin di Hirara di Pulau Miyakojima sekitar 154 kilometer per jam tak lama setelah pukul 10.00 pagi.
Lebih dari 250 penerbangan telah dibatalkan. Termasuk penerbangan ke dan dari Bandara Naha Okinawa, Bandara Kagoshima, dan bandara di pulau-pulau terpencil di Prefektur Kagoshima.
Maskapai penerbangan mengatakan lebih banyak penerbangan dapat dibatalkan atau ditunda tergantung pada situasinya.
17 Tewas di Filipina
Topan Bavi mengakibatkan 17 orang meninggal dunia di Filipina. Area topan Bavi dengan nama Filipina ”Inday” yang membawa hujan tersebut mencapai wilayah Sarangani lebih dari 1.200 km, yang belum lama ini diguncang gempa magnitudo 7,8.
Tujuh belas orang dilaporkan tewas sementara sekitar 514.700 orang terdampak oleh angin monsun barat daya (habagat) yang diperkuat oleh Topan Inday, kata Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) pada hari Sabtu (11/7).
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA), kematian tersebut disebabkan tenggelam dan tanah longsor, dua di antaranya tercatat di Bukidnon; 10 di Malapatan, Sarangani; dan lima di Calanogas, Lanao Del Sur.
Empat orang dilaporkan terluka juga akibat tanah longsor di Torrijos, Marinduque; Malapatan; dan Calanogas.
Sembilan orang dilaporkan hilang — tiga dari Malapatan dan enam dari Calanogas.
Sedikitnya 14.000 keluarga telah mengungsi, 2.900 di antaranya berada di dalam pusat evakuasi.
87 Orang Terluka di Taiwan
Focustaiwan.tw melaporkan topan Bavi yang menghantam Taiwan pada hari Sabtu (11/7) mengakibatkan 87 orang terluka, mendorong evakuasi 14.476 penduduk di seluruh negeri, dan memutus aliran listrik di 177.485 rumah tangga.
Hingga Sabtu pukul 15.00 waktu terdapat 1.456 laporan pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh topan, sebagian besar di New Taipei dan Taichung, dan 614 laporan belum ditangani.
