Darilaut – Topan (typhoon) Bavi mempertahankan kekuatannya saat mulai mendekati pulau-pulau kecil di selatan Jepang, utara Taiwan dan pantai timur Cina, pada Jumat (10/7) malam. Pusat atau inti topan diperkirakan akan melintasi atau mendekati pulau-pulau kecil di selatan Jepang.
Berdasarkan peta pada aplikasi Zoom Earth, saat ini, pada Jumat malam, Bavi dengan jarak 276 km tenggara Pulau Ishigaki selatan Jepang, 534 km timur tenggara Taipei Taiwan dan 800 km tenggara Wenzhou di pantai timur Cina.
Bavi –topan ke 9 Jepang dan Cina – hingga Jumat malam masih mempertahankan kekuatannya sebagai topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon) dan telah bergerak ke utara barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot). Intensitas topan yang sangat kuat diperkirakan hingga Sabtu (11/7).
Tekanan udara pada pusatnya 935hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency – JMA).
Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (85 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (120 knot).
Badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 330 km (180 NM), menurut JMA, dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di sseluruh area 750 km (400 NM).
Bavi dengan nama Filipina “Inday” mempertahankan kekuatannya saat bergerak ke arah utara barat laut menuju pulau-pulau di selatan Jepang, kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), dalam buletin informasi yang dikeluarkan Jumat pukul 17.00 waktu setempat.
Jumat malam ini Bavi akan melewati utara Luzon, setelah itu, akan bergerak menuju pulau-pulau selatan Jepang dan mungkin akan melewati dekat pantai utara Taiwan.
PAGASA memperkirakan Bavi akan tetap menjadi topan, kemudian akan melemah menjadi badai tropis parah setelah bergerak lebih jauh ke daratan Tiongkok.
Menurut Observatorium Hong Kong (HKO) pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat, Bavi berpusat sekitar 600 kilometer timur-tenggara Taipei.
Sistem diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 26 kilometer per jam melintasi perairan di sebelah timur Taiwan, dan kemudian bergerak menuju sekitar Zhejiang selatan hingga Fujian utara.
Siklon Tropis Bavi akan bergerak menuju sekitar Zhejiang selatan hingga Fujian utara Sabtu.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) memperingatkan ini adalah sistem yang berbahaya. Bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, tanah longsor, dan banjir bandang.
Bavi telah bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 13,7 meter (45 kaki), kata JTWC.
Selama 24 hingga 36 jam ke depan, kondisi atmosfer di sekitarnya akan menguntungkan karena geser angin yang rendah dan kelembapan lapisan dalam yang kaya.
Terlepas dari kondisi yang mendukung ini, sifat sirkulasi yang sangat luas dan ekspansif akan mencegah intensifikasi yang substansial, diperparah oleh naiknya air laut bawah permukaan yang lebih dingin dan siklus penggantian dinding mata badai yang terhenti, menurut JTWC.
Bahkan jika dinding mata badai bagian luar berhasil konsolidasi dan menyelesaikan siklus penggantian dinding mata badai dalam 24 jam ke depan, kata JTWC, sistem tersebut akan memiliki jendela kesempatan yang sangat terbatas, yaitu 12 jam, untuk mengencang dan mengintensifkan diri sebelum mencapai daratan.
Oleh karena itu, prakiraan JTWC menunjukkan intensitas yang stabil akan dipertahankan hingga mencapai daratan.
