Darilaut – Topan (Typhoon) Champi saat ini terletak di dekat Taipei, Taiwan, pada Sabtu (24/10) dini hari.
Champi yang berada di timur Taipei bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).
Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 950 hPa (hektopaskal) dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (80 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (115 knot), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
JMA mengatakan area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih timur laut 280 km (150 NM) dan barat daya 220 km (120 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur laut 750 km (400 NM) dan barat daya 600 km (325 NM).
Menurut Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) pada Sabtu pukul 02.00 dini hari, Topan Champi berada sekitar 80 kilometer di sebelah tenggara Taipei.
HKO memperkirakan Champi akan bergerak lambat, bertahan di sekitar perairan sebelah timur Taiwan, kemudian bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam menuju Laut Cina Timur.
Siklon Tropis Champi akan melemah secara bertahap. Selanjutnya, akan bergerak menuju wilayah Kyushu, Jepang, dan perlahan berubah menjadi siklon ekstratropis.
Selama 6 jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Champi bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot). Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 11,6 meter (38 kaki).
Champi menunjukkan pergerakan yang sangat tidak menentu saat bergerak tidak stabil menuju ujung timur laut Taiwan.
JTWC memperkirakan sistem ini diperkirakan akan mendarat di sepanjang pesisir barat Kyushu dalam kurun waktu 60 jam hingga 3 hari.
Setelah itu, sistem akan kembali bergerak ke perairan terbuka di sebelah selatan Shikoku dan Honshu.
Saat mendekati Kyushu dan berinteraksi dengan palung gelombang pendek (shortwave trough) pada level 500 hPa, sistem ini akan memulai transisi ekstratropis (extratropical transition/ETT), yang diperkirakan selesai dalam 3 hingga 4 hari.
Selama proses ETT, laju pelemahan akan melambat. Sistem ini bahkan diperkirakan akan sedikit menguat kembali setelah ETT selesai, akibat adanya dorongan baroklinik yang kuat di atas Arus Kuroshio yang hangat.
