Topan Fengshen Melintasi Bicol Setelah Mendarat di Gubat Filipina, Lebih Dari 20 Ribu Orang Mengungsi

Badai Tropis Fengshen bergerak ke barat laut di wilayah pesisir dan daratan Bicol, Filipina, Minggu (19/10) dinihari. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut –  Badai Tropis Fengshen mendarat dan bergerak ke barat laut di wilayah Bicol, Filipina, Sabtu (18/10) malam hingga Minggu (19/10) dini hari. Lebih dari 20 ribu telah mengungsi.

Fengshen Topan Jepang Nomor 24 dengan nama lokal Filipina “Ramil” terus bergerak ke barat laut, setelah mendarat di Gubat, Sorsogon.

Siklon tropis ini membawa hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi dan gelombang badai di titik pendaratan dan mungkin masih terjadi di wilayah di luar titik pendaratan.

Observatorium Hong Kong (HKO), mengatakan Badai Tropis Fengshen, pada Sabtu pukul 8 malam, terletak sekitar 370 kilometer tenggara Manila.

Selanjutnya, pukul 11 malam, Fengshen berada sekitar 300 kilometer tenggara Manila dan diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 26 kilometer per jam melintasi Luzon, kata HKO.

Menurut Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) Ranil akan terus bergerak ke barat laut di atas daratan wilayah Bicol malam ini sebelum muncul di perairan dekat Kepulauan Polillo Sabtu (19/10).

Setelah itu, badai akan melewati Kepulauan Polillo, dan mencapai pendaratan selajutnya di sekitar Aurora Minggu.

Kemungkinan badai akan mendarat lagi di Quezon utara atau Isabela selatan, kata PAGASA, juga di Aurora.

Setelah mendarat di Aurora, sistem akan melintasi daerah pegunungan Luzon Utara dan muncul di perairan pesisir Pangasinan atau La Union Minggu malam.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan Fengshen mengarah barat barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).

Tekanan udara pada pusat 1000hPa (hektopaskal), kata JMA.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Fengshen terletak 352 km di timur-tenggara Manila, Filipina, dan telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,2 meter (17 kaki), kata JTWC.

Fengshen bergerak cepat ke arah barat laut, sejajar dengan pantai utara Luzon tenggara. Selama 12 hingga 18 jam ke depan, Fengshen akan melewati dekat Kepulauan Palillo dan mendarat di sepanjang pantai timur Luzon.

Setelah mendarat, sistem ini akan dengan cepat melintasi pulau tersebut, melewati Teluk Lingayen, dan muncul di Laut Cina Selatan.

8.000 Keluarga Mengungsi di Bicol

Menjelang pendaratan Fengshen, Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Filipina Wilayah 5 mencatat hampir 8.000 keluarga di seluruh Wilayah Bicol dievakuasi sebagai tindakan pencegahan terhadap dampak badai tropis tersebut.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, Juru bicara OCD-Bicol, Gremil Alexis Naz, mengatakan evakuasi preemptif telah dilakukan di Albay, Catanduanes, dan Masbate, yang berdampak pada 7.777 keluarga atau 21.945 jiwa dari delapan unit pemerintahan daerah.

Di Albay, 4.782 keluarga atau 12.677 penduduk dievakuasi dari kota Daraga (49 keluarga), Guinobatan (2.184), Jovellar (2), Libon (54), Malilipot (2.442), dan Pio Duran (51). Di Catanduanes, 2.957 keluarga atau 9.135 jiwa dievakuasi dari Kotamadya Baras, sementara 38 keluarga atau 133 jiwa dari Uson, Masbate, juga mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Menurut Penjaga Pantai Filipina-Bicol, setidaknya 3.622 penumpang, 1.072 kargo, dan enam kapal roll-on/roll-off masih berada di pelabuhan Pio Duran dan Tabaco; Mobo (Masbate); Pasacao (Camarines Sur); dan Matnog, Pilar, dan Castilla (Sorsogon).

Fengshen mendarat di Gubat, Sorsogon, pada Sabtu sore.

Exit mobile version