Darilaut – Topan (typhoon) Saudel akan menghantam pulau-pulau kecil di Amami dan Okinawa, barat daya Jepang, pada Rabu (26/8).
Topan nomor 18 Jepang itu, bergerak ke barat-barat daya pada Selasa (25/8) siang, dengan membawa angin kencang, hujan lebat serta gelombang tinggi.
Saudel kemungkinan akan melintas atau mendarat di Wadomari, Pulau Okinoerabu. Jalur lintasan topan Saudel hampir mirip dengan topan Dolphin yang menghantam Amami dan Okinawa, pada Jumat 7 Agustus lalu.
Pada Selasa siang, Saudel dengan jarak 183 km timur-timur laut Pulau Okinawa, 165 km selatan tenggara Pulau Amami dan 520 km Selatan barat daya Kagoshima.
Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (80 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (115 knot).
Angin topan yang kuat ini bergerak ke barat barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot).
Saudel memiliki tekanan udara pada pusatnya 950 hPa (hektopaskal), kata JMA.
Menurut JMA, area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 130 km (70 NM), sedangkan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur laut 390 km (210 NM) dan barat daya 330 km (180 NM).
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 13,7 meter (45 kaki), menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
JTWC memeperingatkan ini adalah sistem cuaca yang berbahaya. Potensi bahaya yang mungkin timbul meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan tinggi, yang dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang.
Selain itu, kenaikan permukaan laut akibat badai (storm surge) dan gelombang laut tinggi.
Saudel telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.
Observatorium Hong Kong (HKO) Selasa siang mengatakan topan kuat Saudel berada sekitar 300 kilometer di sebelah timur Okinawa.
Topan ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam menuju wilayah Kepulauan Ryukyu, kata HKO.
Setelah melintasi pulau-pulau kecil di Jepang barat daya, Saudel akan bergerak mendekati wilayah pesisir Cina antara Fujian dan Zhejiang dalam beberapa hari mendatang.
JTWC memperkirakan topan Saudel akan terus bergerak ke arah barat laut. Saudel diperkirakan akan melintasi Kepulauan Ryukyu dalam waktu sekitar 12 jam ke depan dengan kecepatan angin maksimum 155 km per jam (85 knot).
Sistem ini akan melambat saat berada di Laut Tiongkok Timur dalam 1 hingga 2 hari ke depan. Saudel kemungkinan akan bergerak ke arah barat daya menuju pesisir.
Topan ini diperkirakan akan mencapai daratan Cina timur dalam waktu sekitar 3 hari dan diprediksi akan meluruh dalam 5 hari.
JTWC memperkirakan kondisi lingkungan akan memburuk sepanjang periode prakiraan, dengan wind shear (perbedaan kecepatan angin) berada di kisaran 35–55 km per jam (20–30 knot) hingga saat mencapai daratan, yang akan mendorong masuknya udara kering tambahan ke bagian inti badai.
Suhu permukaan laut dan kandungan panas laut akan tetap mendukung hingga periode 72 jam, sedikit mengimbangi dampak wind shear dan udara kering.
