Topan Shanshan Melukai Lebih Dari 120 Orang, 6 Tewas

Para pekerja memindahkan puing-puing setelah hantaman Topan Shanshan di kota Miyazaki, pada Kamis (29/8). FOTO: JIJI VIA THE JAPAN TIMES

Darilaut – Topan (typhoon) Shanshan hingga Jumat (30/8) menyebabkan enam orang meninggal dunia dan melukai lebih dari 120 orang.

Selama enam jam terakhir, Shanshan –Topan Jepang Nomor 10–  terletak 85 km timur-tenggara Iwakuni, kata  Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Iwakuni berada di Prefektur Yamaguchi, Jepang. Di Iwakuni sistem ini telah menjadi depresi tropis. Lingkungan yang tidak menguntungkan diperkirakan akan mengikis sistem ini lebih cepat.

Pada Sabtu (31/8), menurut Badan Meteorologi Jepang, sistem ini dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang.

Shanshan mengarah ke timur tenggara dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot). Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 330 km (180 NM).

NHK melaporkan  saat ini Topan Shanshan bergerak di Jepang barat daya, dan telah menewaskan sedikitnya enam orang.

Tiga orang tewas di Prefektur Aichi, Jepang tengah, setelah hujan yang memicu tanah longsor dan menghantam sebuah rumah. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan dua orang dari reruntuhan.

Di Prefektur Tokushima, seorang pria berusia 80-an tahun meninggal ketika atap rumahnya runtuh.

Sementara itu, di kota Shintomi di Prefektur Miyazaki, sebuah fasilitas untuk membiakkan belut dilanda badai. Sebuah rumah kaca di atas fasilitas itu, yang berisi sekitar 70.000 belut, rusak parah.

Kota Hasuda di Prefektur Saitama, Jepang timur, secara geografis jauh dari topan itu sendiri, tetapi banyak rumah kehilangan genteng dan mengalami kerusakan lain karena angin kencang.

Mengutip The Japan Times, badai itu menyebabkan lebih dari 72.000 rumah tangga di wilayah Kyushu tanpa listrik pada Jumat pukul 6 sore, dengan sebagian besar pemadaman berpusat di Kagoshima, dengan sekitar 69.000 rumah tangga.

Listrik juga padam di Nagasaki dan Saga masing-masing di sekitar 2.000 dan 220 rumah tangga.

Pemadaman bisa sangat memprihatinkan dalam beberapa hari mendatang mengingat banyak orang mungkin tidak dapat menyalakan AC karena suhu melonjak ke pertengahan 30-an Celcius. Badan cuaca memperkirakan suhu tertinggi 34 derajat di Kagoshima dan 36 derajat di Miyazaki pada hari Sabtu.

Menurut The Japan Times, diperlukan studi lebih lanjut untuk menentukan pengaruh penuh perubahan iklim terhadap Shanshan, topan parah menjadi lebih umum karena pemanasan global.

Atmosfer dan lautan yang lebih hangat memungkinkan badai menahan lebih banyak kelembaban, yang meningkatkan jumlah hujan, sementara gelombang badai juga lebih tinggi karena kenaikan permukaan laut.

Exit mobile version