Darilaut – Topan (typhoon) Champi dengan cepat menguat menjadi topan super (super thyphoon), di utara timur laut Jayapura, Papua, pada Minggu (18/10) pagi.
Topan super Champi saat ini berada di dekat Guam, Samudra Pasifik barat, dengan jarak 95 km dari Hagatna.
Champi telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 14 meter (46 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
JTWC memperkirakan Champi akan terus bergerak ke arah barat-barat laut karena pengaruh kendali pergerakan yang didominasi oleh perluasan ke arah timur dari punggung tekanan subtropis (subtropical ridge) yang berpusat di atas Taiwan.
Pergerakan yang tidak menentu (wobbling) dalam jangka pendek masih mungkin terjadi, sangat bergantung pada apakah siklus penggantian dinding mata badai (eyewall replacement cycle/ERC) yang sempat terhenti akan berlanjut kembali, serta potensi terjadinya siklus serupa.
Mengingat kondisi lingkungan saat ini yang mendukung, ditambah dengan peningkatan kandungan panas laut (100–150 kJ per cm persegi) dalam 24 hingga 60 jam ke depan, Champi diperkirakan akan mencapai puncak intensitas sebesar 260 km per jam (140 knot).
Setelah itu, menurut JTWC, intensitasnya akan melemah secara bertahap seiring dengan melambatnya kecepatan gerak badai, menurunnya kandungan panas laut, serta naiknya air yang lebih dingin ke permukaan laut (upwelling) akibat sistem badai yang kuat ini.
Menurut Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) Siklon Tropis Champi diperkirakan akan bergerak menuju perairan di sebelah timur Luzon pada awal hingga pertengahan minggu ini.
Namun, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakannya setelah itu. Ada kemungkinan sistem ini bergerak menuju pesisir tenggara Tiongkok, atau berbelok ke arah utara menuju wilayah sekitar Kepulauan Ryukyu hingga ke Laut Tiongkok Timur, kata HKO.
Champi –Topan Jepang Nomor 30—telah bergerak ke barat dengan kecepatan 30 km per jam (15 knot). Tekanan udara pusat 950 hPa (hektopasjakl), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
JMA mengatakan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (95 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (135 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 140 km (75 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih seluruh area 440 km (240 NM).
