Topan Super Champi Mengarah ke Timur Taiwan

Topan super (super thyphoon) Champi pada Senin (19/10) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan super (super thyphoon) Champi berada di barat Guam atau utara Jayapura, Papua, Samudra Pasifik Barat, pada Senin (19/10) pagi.

Berdasarkan jalur lintasan Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) dan Zoom.earth, Champi mengarah ke timur Taiwan.

Menurut Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) Siklon Tropis Champi akan bergerak melintasi perairan di sebelah timur Luzon (Filipina) dalam beberapa hari ke depan. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakannya setelah itu.

Ada kemungkinan siklon ini bergerak menuju pesisir Tiongkok bagian tenggara, atau berbelok ke arah utara menuju wilayah Kepulauan Ryukyu hingga ke Laut Tiongkok Timur, kata HKO.

Champi –Topan Jepang nomor 30—jenis topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon) bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).

Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 960 hPa (hektopaskal). Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (90 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 65 meter per detik (130 knot), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA). 

JMA mengatakan area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 110 km (60 NM) dan area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 500 km (270 NM) barat daya 390 km (210 NM).

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 14 meter (46 kaki), kata kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Pada saat yang sama, kecepatan gerak siklon sedikit melambat karena terbentuknya wilayah col (titik pertemuan antara dua sistem tekanan tinggi) di sebelah utara sistem tersebut, yang melemahkan gradien pengarah (steering gradient).

Mengenai intensitas, menurut JTWC, siklus penggantian dinding mata badai (eyewall replacement cycle) tampaknya telah selesai, dan kondisi atmosfer secara umum mendukung dimulainya kembali penguatan intensitas.

Selama 2 hari ke depan, sistem ini akan melintasi wilayah perairan dengan kandungan panas laut tertinggi di Pasifik Barat, yang menyediakan energi termodinamika kuat untuk mendukung penguatan intensitas yang berkelanjutan, kata JTWC.

Faktor pembatas utama adalah tingginya kemungkinan terjadinya kembali siklus penggantian dinding mata badai dengan waktu, durasi, dan skalanya masih sangat tidak pasti.

JTWC mengatakan siklon ini diperkirakan akan kembali mencapai intensitas topan super dalam 12 jam ke depan, dengan puncak kekuatan mendekati 260 km per jam (140 knot) dalam 24 jam.

Namun ini bergantung pada siklus penggantian dinding mata. Dalam 3 hari, meningkatnya geseran angin (wind shear) dan naiknya air dingin dari lapisan yang lebih dalam (upwelling), di tengah melambatnya kecepatan gerak sistem, akan menghambat perkembangannya.

Hal ini dapat memicu pelemahan bertahap setelah 3 hari, seiring dengan mendekatnya sistem ke Taiwan.

Exit mobile version