Darilaut – Topan super (Super Typhoon) Champi sedikit melemah di timur Taiwan atau barat daya Jepang, pada Jumat (23/10) pagi.
Champi jenis topan sangat kuat (Very Strong Typhoon), terletak 440 km Tenggara Taipei dan 404 km timur Kaohsiung, Taiwan, atau dengan jarak 580 km barat daya Naha, Pulau Okinawa, Jepang.
Topan Jepang nomor 30 tersebut saat ini bergerak ke barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot).
Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 950 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
Menurut JMA Champi dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 45 meter per detik (85 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 60 meter per detik (120 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di barat-laut 330 km (180 NM) dan tenggara 280 km (150 NM). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di utara 850 km (450 NM) dan selatan 650 km (350 NM), kata JMA.
Angin Berkelanjutan Terkuat 2026
Data Copernicus Marine Service mencatat topan super Champi telah memicu gelombang setinggi 10 meter di sebelah timur Filipina.
Visualisasi yang ditampilkan Copernicus Marine Service didasarkan pada data tanggal 21 Oktober 2026.
Menurut Copernicus Marine Service topan super ini telah mencapai kekuatan yang setara dengan Badai Kategori 5 pada skala Saffir-Simpson. Ini kategori tertinggi, dengan kecepatan angin berkelanjutan maksimum mencapai 296 km/jam.
”Ini merupakan kecepatan angin berkelanjutan terkuat yang tercatat untuk siklon tropis mana pun di seluruh dunia sepanjang tahun 2026,” kata Copernicus Marine Service.
Visualisasi yang ditampilkan Copernicus Marine Service didasarkan pada data tanggal 21 Oktober 2026.
Visualisasi ini menggambarkan dampak topan tersebut terhadap kondisi permukaan laut. Gambar di sebelah kiri menunjukkan arah gelombang yang dihasilkan oleh angin di permukaan laut.
Gelombang ini berputar mengelilingi pusat badai, mengikuti pola sirkulasi berlawanan arah jarum jam yang lazim terjadi pada siklon tropis di Belahan Bumi Utara.
Gambar di sebelah kanan menunjukkan tinggi gelombang signifikan (significant wave height), yaitu ukuran standar kondisi laut yang merujuk pada tinggi rata-rata dari sepertiga gelombang tertinggi.
Area berwarna merah tua di dekat pusat badai menunjukkan tinggi gelombang signifikan mencapai 10 meter.
Champi Bergerak Perlahan
Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) mengatakan pada Jumat pukul 02.00 dini hari, Topan Champi berada sekitar 450 kilometer di sebelah tenggara Taipei. Sistem ini diperkirakan bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam menuju perairan di sebelah timur Taiwan.
Setelah berada di sebelah timur Taiwan, terdapat peluang lebih besar bagi siklon ini untuk berbelok ke arah utara dan melintasi Laut Cina Timur menuju wilayah sekitar Kyushu (Jepang) dan Korea.
Meski demikian, kata HKO, masih ada kemungkinan siklon ini akan bergerak menyusuri pesisir Taiwan dan Zhejiang.
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 12,2 meter (40 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC). Saat ini, Champi bergerak perlahan dengan pola lintasan trokoidal seraya memasuki pola kendali (steering pattern) yang lemah, tepat di sebelah selatan sebuah celah besar dalam pola kendali lapisan atmosfer yang lebih dalam.
Menurut JTWC sistem ini akan mempertahankan kecepatan gerak maju sebesar 10–15 km per jam (6–8 knot) selama 12 hingga 24 jam ke depan.
Prakiraan menunjukkan bahwa inti Champi akan tetap berada di lepas pantai, di sebelah ujung timur laut Taiwan, seiring dimulainya perubahan arah lintasan (recurvature).
Setelah 24 jam, kata JTWC, Champi akan berbelok ke arah timur laut dan bergerak lebih cepat di sepanjang sisi barat laut punggung tekanan subtropis di sebelah selatan Jepang, memasuki bagian tengah Laut Cina Timur, dan diperkirakan akan mendarat di sepanjang pesisir barat daya Kyushu dalam waktu sekitar 3 hari.
Sistem ini kemudian akan melintasi bagian selatan Kyushu dengan cepat dan kembali ke wilayah perairan, bergerak di sebelah selatan Shikoku sepanjang sisa periode prakiraan.
Mengenai intensitas, Champi akan terus melemah dalam 12 jam ke depan. Namun, sistem ini akan segera bergerak menuju wilayah dengan kandungan panas laut yang tinggi, yang terletak di sebelah selatan dan barat daya Ishigakijima, menurut JTWC.
Saat melintasi wilayah tersebut, tren pelemahan akan terhenti untuk sementara, dan Champi akan mempertahankan intensitas sebesar 165 km per jam (90 knot) dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam.
