Darilaut – Topan (typhoon) Choi-wan menguat dengan cepat menjadi topan super (Super Typhoon) di tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang atau Utara Kepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik barat laut, pada Senin (5/10) dini hari.
Dinding mata Choi-wan terlihat sangat jelas memanjang 40 km. Topan super Choi-wan saat ini dengan jarak 610 km dari Kepulauan Ogasawara dan 1480 km selatan tenggara Tokyo atau 950 km di utara timur laut Saipan, Kepulauan Mariana Utara.
Choi-wan –topan Jepang Nomor 27– jenis topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon). Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Senin mengatakan Choi-wan bergerak lambat ke utara.
Sistem ini dengan tekanan udara pada pusatnya 925 hPa (hektopaskal).
JMA mengatakan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (95 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (135 knot).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 165 km (90 NM).
menurut JMA area angin kencang Choi-wan dengan kecepatan 30 knot atau lebih di selatan 850 km (450 NM) dan utara 650 km (350 NM).
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 14,6 meter (48 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
JTWC mengatakan Choi-wan berada pada jarak 593 km di sebelah timur-tenggara Iwo To, dan telah bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir.
Choi-wan diperkirakan akan bergerak secara umum ke arah utara.
Kecepatan pergerakan akan meningkat secara signifikan mulai hari kedua, begitu Choi-wan terbawa oleh palung tekanan rendah lintang menengah (midlatitude trough) dan berinteraksi dengan aliran udara tingkat atas yang kuat.
Transisi ekstratropis (ETT) diperkirakan akan dimulai 60 jam kemudian dan selesai dalam waktu sekitar 3 hari.
Dari segi intensitas, Choi-wan diperkirakan akan mulai melemah secara bertahap dengan laju konstan sebesar 20 km per jam (10 knot) setiap 12 jam selama 60 jam ke depan.
Tren pelemahan ini dapat dipercepat tergantung pada waktu dan tingkat keparahan siklus penggantian dinding mata badai (eyewall replacement cycle).
Jika dinding mata topan bagian luar sepenuhnya mematikan dinding mata badai bagian dalam, maka terdapat potensi laju pelemahan yang lebih cepat.
Setelah 12 jam, kandungan panas laut akan mulai menurun, yang turut mendukung tren pelemahan tersebut.
