Topan Super Dolphin Mengarah ke Selatan Jepang, Bawa Gelombang 13 Meter

Topan super (Super Typhoon) Dolphin di Samudra Pasifik, pada Kamis (30/7). GAMBAR: HIMAWARI

Darilaut – Topan super (Super Typhoon) Dolphin bergerak ke barat laut di Samudra Pasifik, pada Jumat (31/7). topan yang sangat dahsyat tersebut mengarah ke Selatan Jepang.

Dolphin telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 13,4 meter (44 kaki), kata JTWC.

Dolphin oopan Jepang Nomor 13. Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) sistem ini pada Jumat pago bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 910hPa (hektopaskal), kata JMA.

Dolphin mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat  55 meter per detik (110 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 80 meter per detik (155 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih bera di seluruh area 150 km (80 NM) dan angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di utara 440 km (240 NM) selatan 280 km (150 NM).

JTWC memperingatkan ini sistem yang berbahaya. Bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, tanah longsor, dan banjir bandang.

JTWC memperkirakan Dolphin akan terus bergerak ke arah barat laut, kemudian berbelok lebih ke barat.

Dolphin diperkirakan akan mempertahankan intensitasnya selama 24 jam ke depan dengan kemungkinan dimulainya siklus penggantian dinding mata badai kedua, kata JTWC, seperti yang ditunjukkan oleh citra gelombang mikro AMSR2.

Setelah 24 jam, intensifikasi bertahap lebih lanjut diperkirakan akan terjadi selama 60 jam berikutnya di bawah pengaruh lingkungan yang sangat menguntungkan.

Dalam waktu sekitar 3 hari, saluran aliran keluar ke arah kutub menjadi terbatas dan nilai panas laut mulai menurun.

Kedua faktor ini, bersama dengan perluasan medan angin, akan menyebabkan Dolphin melemah secara perlahan hingga akhir periode perkiraan saat bergerak ke arah barat, menurut JTWC.

Exit mobile version