Topan Surigae Mengancam Kepulauan Ryukyu di Selatan Jepang

Topan (typhoon) Surigae yang bergerak ke utara pada Sabtu (26/9) malam. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Surigae yang bergerak ke utara pada Sabtu (26/9) malam mengancam Kepulauan Ryukyu di barat daya dan selatan Jepang.

Pada Sabtu malam Surigae berada di timur tenggara Taipei, Taiwan, atau selatan barat daya Pulau Okinawa. Sistem ini bergerak ke utara, utara timur laut, timur laut dan kemungkinan akan tetap berada di atas laut.

Sistem ini bergerak ke utara dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot) dan tekanan udara pada pusat 990 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (55 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 40 meter per detik (80 knot), menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA), Sabtu.

Area badai Surigae — topan Jepang nomor 26 — dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 55 km (30 NM) dan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di barat daya 280 km (150 NM) timur laut 220 km (120 NM).

Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) mengatakan pada Sabtu pukul 16.00, Badai Tropis Kuat (Severe Tropical Storm) Surigae berada di titik pusat sekitar 350 kilometer di sebelah selatan Okinawa.

Badai ini diperkirakan akan bergerak ke arah utara atau utara-timur laut dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam menuju perairan di sebelah timur Kepulauan Ryukyu, kata HKO.

Surigae dengan Filipina “Queenie” mempertahankan kekuatannya saat bergerak ke arah utara di atas perairan di sebelah timur Taiwan.

“Queenie” akan melambat saat bergerak ke arah utara dalam 12 jam ke depan, kemudian berbelok ke arah utara-timur laut menjelang Minggu (27/9) sore, menurut  Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA).

Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir, Surigae bergerak dengan kecepatan 13 km per jam (7 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 7,6 meter (25 kaki), kata JTWC.

JTWC memperkirakan dalam 12 jam ke depan, Surigae akan melanjutkan pergerakan lambatnya ke arah utara, lalu berbelok ke arah timur laut dalam waktu 24 jam.

Sistem ini akan melintas di sebelah tenggara Tokyo dalam waktu 5 hari ke depan saat memulai transisi ekstratropis (ETT).

Mengenai intensitas, Surigae berada dalam lingkungan yang hampir optimal, didukung oleh vorteks yang selaras secara vertikal, kandungan panas laut yang tinggi, geseran angin (shear) minimal, dan divergensi dua saluran yang kuat di lapisan atas atmosfer.

Sistem ini diperkirakan akan segera mengalami intensifikasi cepat (RI), mencapai puncak kecepatan setidaknya 175 km per jam (95 knot) dalam waktu sekitar 24 jam.

Kondisi optimal ini bersifat sementara; dalam 36 jam, sistem akan mulai melemah secara perlahan seiring berkurangnya saluran aliran keluar (outflow) di lapisan atas.

Exit mobile version