Ketiga unsur tersebut, kata Jamaluddin, perlu terus menjaga komunikasi dan saling mendukung agar tata kelola perguruan tinggi dapat berjalan secara efektif, kata Prof. JJ.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan seluruh elemen universitas menghadapi transformasi menuju PTN-BH.
Kehadiran Rektor dan jajaran Majelis Wali Amanat Unhas diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pengalaman praktis dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum.
Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan diri menuju PTN-BH.
Dengan hadirnya Rektor dan Pimpinan Majelis Wali Amanat Unhas, ”kami berharap pemahaman civitas akademika mengenai tata kelola universitas sebagai PTN-BH semakin kuat,” ujar Prof. Eduart.
Melalui kegiatan tersebut, UNG tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai konsep dan mekanisme tata kelola PTN-BH, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dari pengalaman Unhas yang telah menjalankan status sebagai PTN-BH.
Penguatan kapasitas SDM dan pemahaman tata kelola diharapkan menjadi modal penting bagi UNG dalam membangun tata kelola universitas yang semakin adaptif, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.




