Darilaut – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan yudisium untuk angkatan I.
Yudisium perdana tersebut berlangsung pada Selasa (1/9) bertempat di gedung OSCE Center Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG.
Kegiatan yudisium ini menjadi momentum bersejarah bagi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG karena pengukuhan lulusan perdana dari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.
Prosesi tersebut menandai keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan memenuhi standar kompetensi sebagai calon apoteker profesional.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, mengatakan, yudisium angkatan I profesi apoteker merupakan momentum bersejarah. Kehadiran lulusan perdana profesi apoteker menjadi bukti komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang berkualitas dan menghasilkan tenaga profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi Masyarakat.
Lulusan apoteker memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya dalam memastikan penggunaan obat yang aman, efektif, dan berkualitas, kata Dr. Hartono.
“Sebagai lulusan pertama, para apoteker ini memiliki tanggung jawab untuk membawa nama baik almamater,” ujarnya.
“Kami berharap lulusan Profesi Apoteker FOK UNG memiliki integritas, kompetensi, serta semangat pengabdian yang tinggi dalam menjalankan profesinya di tengah Masyarakat.”
Menurut Hartono, fakultas akan terus mendukung pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan fasilitas praktik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra pelayanan kesehatan.
Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG akan terus berkomitmen memperkuat pendidikan profesi kesehatan agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Keberhasilan yudisium angkatan pertama ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan apoteker di UNG.
Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang profesional serta berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan Masyarakat, kata Hartono.
