Darilaut – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo) menyelenggarakan Sosialisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN-PAR) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/11) di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta masyarakat desa.
Acara resmi dibuka oleh Camat Kecamatan Buntulia, Syaiful B. M. Hunta, S.Pd., yang dalam kesempatan itu turut didampingi oleh Wakil Rektor III UNUGo, Irfan Gani, S.Ag., M.Pd., dan Ketua LPPM, Ir. Syaiful Umela, MM. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen UNUGo untuk menjadikan KKN-PAR sebagai program pengabdian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga benar-benar relevan dan berdampak bagi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pohuwato, NGO Burung Indonesia, hingga Pemerintah Kecamatan Buntulia. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program KKN-PAR, terutama dalam merumuskan agenda pengabdian berbasis kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh aparat desa se-Kecamatan Buntulia, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN-PAR. Antusiasme paling besar terlihat dari perwakilan Desa Karya Indah, salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Buntulia yang sejak awal menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan KKN-PAR di wilayahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, dua narasumber hadir memberikan penguatan terkait isu-isu strategis yang relevan dengan program KKN-PAR. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pohuwato, Refli Basir, SE, yang memberikan gambaran mengenai potensi sumber daya kelautan dan perikanan serta peluang pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis sektor tersebut. Sedangkan materi kedua dibawakan oleh Mohammad Pahlawan dari NGO Burung Indonesia, yang menekankan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan pelibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Kedua materi tersebut menjadi landasan penting bagi mahasiswa KKN-PAR dalam merumuskan program kerja yang partisipatif dan berbasis riset tindakan, sesuai dengan prinsip utama metode Participatory Action Research.
Usai rangkaian sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara UNUGo dan pemerintah setempat. Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbolisasi komitmen bersama dalam memastikan bahwa pelaksanaan KKN-PAR berjalan secara terstruktur, terukur, dan berorientasi pada hasil yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UNUGo menegaskan kembali bahwa KKN-PAR bukan hanya program wajib kampus, tetapi merupakan upaya pengabdian yang menekankan integrasi program akademik dan kebutuhan desa. Fokus utama KKN-PAR adalah menghasilkan inovasi tindakan untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan institusi universitas.
