Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Lahan persawahan yang diteliti oleh Jack O’Connor dan rekan-rekannya di Ca Mau, sebuah provinsi di Vietnam yang terletak di Delta Mekong. FOTO: UNU-EHS/Emidi

Darilaut – Beberapa petani merespons perubahan lingkungan bukan dengan cara menghalangi masuknya air asin, melainkan dengan mencari cara untuk memanfaatkannya.

Melansir UN News, di beberapa wilayah delta Mekong, Vietnam, sebagian petani mulai melakukan pola tanam bergilir antara padi dan udang di lahan yang sama. Padi ditanam saat kondisi air lebih tawar, sedangkan udang—yang toleran terhadap air payau—dibudidayakan saat kadar garam meningkat.

Di Provinsi An Giang, praktik budidaya padi-udang kini mencakup lebih dari 100.000 hektare lahan yang terdampak air asin, dengan semakin banyaknya petani yang beralih ke metode organik yang menggunakan lebih sedikit pupuk kimia dan pestisida.

Hal ini merupakan bagian dari upaya luas untuk mengalihkan praktik pertanian menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Seorang ahli ekologi kelautan di Institute for Environment and Human Security milik Universitas PBB di Bonn, Dr. Jack O’Connor, dan rekan-rekannya telah meneliti transisi yang lebih luas menuju budidaya padi organik di wilayah delta tersebut untuk mengkaji potensi manfaatnya. Temuan mereka juga mengungkap batasan kemampuan adaptasi petani secara individu.

Manfaat Pertanian Organik

Di lahan percobaan, tanaman yang dibudidayakan secara organik menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang lebih baik, kata Dr. O’Connor, sementara lahan yang dikelola tanpa pestisida kimia mendukung keanekaragaman hayati yang jauh lebih tinggi.

Peneliti yang mengamati capung menemukan bahwa jumlahnya jauh lebih banyak di lahan organik. Laba-laba dan predator alami lainnya juga lebih melimpah—yang berpotensi membantu pengendalian hama—sementara ikan dan kepiting di sawah menyediakan sumber pangan atau pendapatan tambahan bagi petani.

Ada pula manfaat yang diharapkan namun ternyata sulit dicapai.

Air mengalir bebas melintasi wilayah delta, menghubungkan satu lahan pertanian dengan lahan lainnya. Seorang petani organik mungkin berhenti menggunakan pupuk kimia dan pestisida, namun air yang mengalir masuk ke lahannya bisa jadi telah melewati lahan pertanian konvensional sebelumnya.

“Di laboratorium, hasilnya terlihat sangat bagus,” kata Dr. O’Connor. “Namun di lapangan, ada berbagai tantangan yang dihadapi.”

Aliran Kolektif

Pelajaran yang dapat dipetik, menurutnya, melampaui sekadar pertanian organik: “Semuanya bermula dari individu, namun pada kenyataannya dibutuhkan upaya kolektif dan kerja sama dalam skala yang lebih luas.”

Dilema yang lebih besar adalah bahwa petani memang dapat mengubah kondisi di lahan mereka sendiri, namun banyak faktor yang mengubah lahan tersebut berada di luar kendali mereka: praktik pertanian di lahan tetangga, keputusan pengelolaan air oleh pihak berwenang, keberadaan bendungan yang terletak ratusan mil di hulu sungai, dan pada akhirnya, pemanasan global.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah di titik mana upaya perlindungan berakhir dan adaptasi dimulai. Terkadang, hal ini berarti mengubah jenis tanaman yang dibudidayakan. Terkadang, ini berarti menerima keberadaan air asin alih-alih berupaya menyingkirkannya.

Pengelolaan Mangrove

Terkadang, ini berarti memulihkan ekosistem seperti hutan mangrove, yang mampu memerangkap sedimen dan menjadi penyangga garis pantai, namun di sisi lain juga dapat bersaing dengan lahan pertanian dalam memperebutkan lahan yang nilainya kian meningkat.

Bagi Dr. O’Connor, langkah-langkah semacam itu hanya akan berhasil jika masyarakat yang bergantung pada bentang alam tersebut turut memiliki andil di dalamnya. Pemulihan hutan bakau demi adaptasi iklim, ujarnya, “harus dilakukan secara adil dan dengan melibatkan masyarakat setempat.”

Laut mungkin saja sedang merangsek masuk ke wilayah Delta Mekong. Pertanyaan yang lebih sulit adalah sejauh mana masyarakat yang tinggal di sana mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Exit mobile version