Darilaut – Malam ini, Sabtu (26/9), masyarakat dapat menyaksikan piringan Bulan yang tampak bulat utuh dan bersinar terang.
Namun, fenomena Harvest Moon yang menghiasi langit malam tersebut perlu diwaspadai bagi mereka yang tinggi di pesisir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap mewaspadai potensi kenaikan permukaan air laut.
Menurut BMKG, posisi Bulan, Matahari, dan Bumi yang berada dalam satu garis lurus menciptakan gaya gravitasi gabungan yang memicu fenomena Pasang Purnama.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dan surut menjadi lebih rendah dari biasanya, kata BMKG.
Secara historis, penamaan Harvest Moon berawal dari kebiasaan para petani di Eropa dan Amerika Utara pada era sebelum listrik ada.
Mereka memanfaatkan pendar cahaya purnama yang sangat terang untuk melanjutkan aktivitas memanen hasil pertanian hingga larut malam.
Harvest Moon merupakan istilah tradisional bagi fase bulan purnama yang terbit paling dekat dengan hari ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan, ekuinoks merupakan fenomena ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.
