Lokasi ini mewakili markas besar organisasi yang terlibat dalam kampanye: Convention on the Conservation of Migratory Species (CMS) di Bonn, Environment for the Americas (EFTA) di Boulder dan East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP) di Incheon.
Kampanye menyoroti perlunya koeksistensi yang sehat antara manusia dan burung. Ini akan berfokus pada penciptaan dan adaptasi lingkungan yang mendukung populasi burung yang bermigrasi di semua komunitas, dari kota yang ramai hingga kota kecil.
Ada tindakan yang dapat diambil setiap orang untuk melindungi ruang bersama kita dengan satwa liar.
Pada tahun 2025, Hari Burung Migrasi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang banyaknya tantangan yang dihadapi burung migran akibat aktivitas manusia dan perluasan pembangunan perkotaan.
Kampanye ini mengadvokasi upaya perencanaan dan konservasi kota strategis yang menggabungkan praktik ramah burung, memastikan bahwa komunitas kita menjadi surga bagi para pelancong.
Tema 2025 mendorong tindakan dari semua sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah, bisnis, kelompok masyarakat, dan individu di seluruh dunia.
Dua hari puncak Hari Burung Migrasi Sedunia 2025, pada 10 Mei dan 11 Oktober 2025, mencerminkan sifat siklus migrasi burung dengan periode migrasi yang bervariasi di belahan bumi utara dan selatan.




