Fatkul mengatakan setelah dicek ke TPS 8, ditemukan hanya satu surat suara yang diklaim sudah tercoblos. “Jadi hanya satu yang itu diklaim yang tercoblos. Tapi hingga detik ini kami bersama Bawaslu masih melakukan penelusuran,” katanya.
Menurut Ketua KPPS Desa Banjarejo, Kasiyati, warga yang melakukan protes sekaligus merekam video itu, bernama Tamaji.
Kasiyati menuturkan bahwa sebelum Tamaji masuk bilik suara, ada satu surat suara untuk Pilpres yang masih tertinggal di bilik suara. Surat suara tersebut milik Suyatmi, warga yang sebelumnya masuk bilik suara tersebut.
Saat memasukkan surat suara ke kotak suara sesudah mencoblos, Suyatmi juga sempat ditanya oleh petugas pemungutan suara, karena Suyatmi ternyata hanya membawa 4 surat suara. Surat suara untuk Pilpres yang sudah tercoblos paslon nomor urut 02 tersebut tertinggal di bilik suara. Surat suara yang tertinggal itu, lalu ditemukan oleh Tamaji. Tamaji merekam lalu memviralkannya.
“Pak Tamaji pertama daftar lalu mengantri. Setelah itu pak Tamaji saya panggil saya kasih lima surat suara. Setelah ke bilik suara beberapa detik dia keluar bawa surat suara yang sudah tercoblos. Saya sudah mengambil surat suara yang sudah dicoblos itu, lalu telah saya ganti yang baru. Dia belum mengkonfirmasi soal peristiwa itu, dia sudah memviralkan,” ujar Kasiyati, seperti dilansir dari tuban.inews.id Rabu, 14 Februari 2024.




